
Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA
Oleh: Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA
PALANGKA RAYA kembali diselimuti asap.
Persoalannya bukan sekadar langit yang berubah kelabu, tetapi kualitas udara yang telah mencapai tingkat mengkhawatirkan.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 30 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya mencapai 697,4 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya.
Angka tersebut seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah dan masyarakat bahwa kabut asap bukan lagi persoalan musiman yang dapat dianggap biasa.
Situasi ini semakin mengkhawatirkan jika dikaitkan dengan perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan 8.488 hotspot di Kalimantan Tengah pada 29 Agustus 2026, meningkat dari 7.703 titik sehari sebelumnya.
Secara nasional, hotspot mencapai 20.378 titik. Kementerian Kehutanan menempatkan Kalimantan Tengah sebagai salah satu wilayah yang memerlukan kewaspadaan tinggi.
Hotspot memang tidak dapat disamakan secara langsung dengan jumlah kejadian kebakaran.
Namun, peningkatan yang sangat tajam menunjukkan meningkatnya risiko karhutla dan perlunya penguatan pencegahan.
Timnas Indonesia U-20 berhasil melaju ke putaran final Piala Asia U-2027. Kepastian itu didapat setelah…
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menegaskan komitmen, menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus menjamin…
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik) Kalteng angkat bicara terkait beredarnya informasi yang menyebut adanya…
Maraknya konten-konten negatif yang menyerang di berbagai platform media sosial, baik sebagai Gubernur Kalteng maupun…
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap Ujianto (70), warga Desa Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito…
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada jadwal pergerakan pesawat di sejumlah wilayah