Sebab sejarah menunjukkan bahwa demokrasi tidak pernah tumbuh dari kecurigaan dan pengawasan terhadap warga negara, melainkan dari keberanian mempertahankan independensi, kebebasan, dan kejujuran politik.
Gerakan mahasiswa membutuhkan kader yang kritis terhadap kekuasaan, bukan kader yang menjadi perpanjangan tangan kekuasaan di dalam gerakan.
Sebab ketika independensi ditukar dengan akses, dan idealisme ditukar dengan kedekatan terhadap aparat, maka yang runtuh bukan hanya integritas individu, melainkan martabat gerakan mahasiswa itu sendiri.
*)Krismes Santo Haloho, Mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Palangka Raya periode 2016-2017
Penemuan jasad Noryasin di kebun sawit Desa Tangar menghebohkan warga Mentaya Hulu.
RSUD Gusti Abdul Gani Lamandau menggelar pelatihan episiotomi berbasis evidence bagi para bidan guna meningkatkan…
JPU Kejari Lamandau mengungkap kronologi pembunuhan Hetty Noviani dalam sidang perdana, mulai dari cekcok yang…
Yamaha Kalseltengtim memperkenalkan Gear Ultima 125 Hybrid di Palangka Raya dengan teknologi Blue Core Hybrid…
Sejumlah selebriti Tanah Air ikut mengomentari rupiah yang memasuki fase paling lemah sepanjang sejarah atas…
Anggota DPRD Murung Raya dari Fraksi PKB, Mahyono, menghadiri Rapat Paripurna Ke-1 Masa Sidang II…