Akibatnya, kampus perlahan kehilangan fungsinya sebagai ruang bebas untuk berpikir, berdebat, dan mengorganisirperlawanan terhadap ketidakadilan.
Bahaya terbesar dari praktik semacam ini bukan terjadi hari ini, melainkan pada masa depan gerakan mahasiswa itu sendiri.
Ketika keberadaan intel di lingkungan organisasi dianggap normal, maka budaya saling percaya akan runtuh.
Organisasi mahasiswa tidak lagi sibuk merumuskan gagasan perubahan, tetapi justru sibuk mencurigai satu sama lain.
Gerakan kehilangan energi politiknya, sementara kekuasaan memperoleh keuntungan dari perpecahan yang tercipta.
Karena itu, kritik terhadap aktivis mahasiswa yang memilih menjadi intel bukanlah kritik terhadap profesi intelijen itu sendiri.
DPRD Kota Palangka Raya segera memasuki pembahasan APBD Perubahan 2026 sebagai bagian dari fungsi penganggaran…
DPMPTSP Kota Palangka Raya menerima pengaduan masyarakat terkait dugaan gangguan ketertiban yang ditimbulkan aktivitas kafe…
Kebakaran yang melanda sebuah bengkel di Jalan Garuda, Palangka Raya, diduga dipicu api dari pembakaran…
Sate biasanya identik dengan proses pembakaran yang menghasilkan aroma khas dan cita rasa smokey. Namun,…
Psikologi modern menjelaskan bahwa ada tujuh jenis istirahat yang dibutuhkan tubuh dan pikiran untuk benar-benar…
Pemerintah mulai mengkaji kemungkinan perubahan sasaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).