Akibatnya, kampus perlahan kehilangan fungsinya sebagai ruang bebas untuk berpikir, berdebat, dan mengorganisirperlawanan terhadap ketidakadilan.
Bahaya terbesar dari praktik semacam ini bukan terjadi hari ini, melainkan pada masa depan gerakan mahasiswa itu sendiri.
Ketika keberadaan intel di lingkungan organisasi dianggap normal, maka budaya saling percaya akan runtuh.
Organisasi mahasiswa tidak lagi sibuk merumuskan gagasan perubahan, tetapi justru sibuk mencurigai satu sama lain.
Gerakan kehilangan energi politiknya, sementara kekuasaan memperoleh keuntungan dari perpecahan yang tercipta.
Karena itu, kritik terhadap aktivis mahasiswa yang memilih menjadi intel bukanlah kritik terhadap profesi intelijen itu sendiri.
Telur bacem selalu punya tempat spesial di hati pecinta masakan Nusantara. Rasanya yang manis, gurih,…
Pasar kendaraan listrik (electric vehicle) tanah air kembali bersiap kedatangan lini SUV anyar.
Kebakaran hebat menghanguskan delapan rumah warga di Jalan Perintis, Desa Muara Pulau RT 04 RW 02,…
MEMILIKI kulit wajah yang sehat, kenyal, dan tampak bercahaya menjadi impian banyak orang. Namun, proses…
Kuasa hukum terdakwa mengingatkan penundaan sidang dugaan korupsi zirkon tidak boleh berlarut, meski menjadi kewenangan…
Sidang dugaan korupsi zirkon kembali ditunda karena proses praperadilan masih berlangsung, dengan pembacaan dakwaan dijadwalkan…