Kebijakan tersebut menggunakan kondisi ISPU sebagai salah satu indikator.
Ini adalah langkah yang tepat untuk melindungi kesehatan siswa dan guru. Tetapi dari perspektif pembangunan manusia, kita perlu melihat biaya yang lebih panjang.
Setiap hari pembelajaran yang terganggu berarti ada waktu belajar yang hilang. Untuk siswa SMK, pembelajaran praktik bahkan dapat dialihkan menjadi teori.
Jika kondisi ini berlangsung berulang setiap musim karhutla, persoalannya bukan lagi sekadar kehilangan hari sekolah, melainkan potensi penurunan kualitas sumber daya manusia.
Di sinilah hubungan antara lingkungan, pendidikan, dan ekonomi menjadi jelas.
Pendidikan adalah investasi modal manusia.
Produktivitas adalah mesin pertumbuhan ekonomi. Keduanya membutuhkan lingkungan yang sehat.
Kabut asap juga menimbulkan biaya ekonomi melalui jalur yang lebih luas. Masyarakat cenderung mengurangi aktivitas di luar rumah.
Pedagang kaki lima, UMKM, transportasi, sektor jasa, pariwisata, dan pekerja informal dapat kehilangan pelanggan dan jam kerja.
Perusahaan menghadapi risiko gangguan operasional, sementara pemerintah harus meningkatkan belanja untuk pemadaman, kesehatan, patroli, dan penanganan bencana.
Biaya tersebut sering tidak terlihat dalam angka pertumbuhan ekonomi.
Keinginan untuk mendapatkan berat badan ideal dalam waktu singkat seringkali mendorong seseorang mencoba metode diet…
DJ Katty Butterfly mengaku mengalami dugaan pemerasan hingga pengancaman oleh salah satu tempat hiburan malam…
Dalam kepercayaan Tionghoa, shio sering kali dikaitkan dengan keberuntungan dan rezeki. Beberapa shio dipercaya memiliki…
Puluhan pelajar SMPN 1 dan SMPN 2 Makale di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilaporkan…
Makan Konate akan menjalani laga spesial saat Isenmulang Kalteng FC menghadapi Arema FC pada pekan…
Pemerintah Kota Palangka Raya meraih dua penghargaan Terbaik 3 Tingkat Kota pada ajang Apresiasi Pemerintah…