Categories: Ekobis

Kenaikan BI Rate Jadi Sinyal Waspada, Ekonom Kalteng Soroti Risiko Ekonomi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50 persen menjadi salah satu kebijakan ekonomi yang cukup mengejutkan pasar.

Di tengah ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap bertahan, keputusan ini mengirimkan sinyal bahwa BI melihat adanya risiko yang perlu segera diantisipasi.

Bagi sebagian masyarakat, kenaikan suku bunga identik dengan naiknya bunga kredit, cicilan yang lebih mahal, serta potensi perlambatan ekonomi. Sementara bagi pelaku pasar, kebijakan ini dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan kepercayaan investor.

Kondisi tersebut turut mendapat perhatian Ekonom Kalimantan Tengah (Kalteng) Rio Kriswana, S.AP., M.M., CRGP., CRM.

Menurutnya, perlu dilihat lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi sehingga BI merasa perlu mengambil langkah tersebut.

“Tentu hal ini menjadi perhatian kita bersama. Perlu kajian yang mendalam, terutama terkait potensi perubahan ekonomi nasional hingga daerah,” katanya, Selasa (9/6).

Ekonom muda asal Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) itu menjelaskan bahwa perekonomian global saat ini berada dalam kondisi penuh ketidakpastian.

Konflik geopolitik di berbagai kawasan, gangguan rantai pasok dunia, fluktuasi harga energi, hingga penguatan dolar Amerika Serikat telah menciptakan tekanan terhadap banyak negara berkembang.

Dalam kondisi seperti ini, investor global cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman.

“Akibatnya terjadi perpindahan modal dari negara berkembang menuju instrumen yang dianggap memiliki risiko lebih rendah. Tekanan tersebut kemudian berdampak pada nilai tukar, arus modal, hingga stabilitas pasar keuangan domestik,” ujarnya.

Melihat situasi global tersebut, Rio yang juga Alumni Lemhannas Angkatan II Tahun 2024 menilai BI berusaha bertindak lebih cepat melalui instrumen suku bunga dengan menaikkan BI Rate.

Menurutnya, secara sederhana kenaikan BI Rate bertujuan untuk menjaga stabilitas rupiah, menahan tekanan inflasi, menjaga kepercayaan investor, serta menstabilkan pasar keuangan.

“Logikanya cukup sederhana. Ketika suku bunga naik, deposito menjadi lebih menarik, obligasi menjadi lebih menarik, investor lebih tertarik menempatkan dananya di Indonesia, tekanan terhadap rupiah dapat berkurang, dan inflasi impor lebih terkendali. Dari sudut pandang stabilitas jangka pendek, langkah ini dapat dipahami,” jelasnya.

Namun, Rio mempertanyakan apakah kebijakan tersebut merupakan solusi jangka panjang atau hanya penahan guncangan sementara.

Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi relatif stabil, inflasi masih terkendali, sektor perbankan nasional sehat, cadangan devisa cukup kuat, dan konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi.

“Indonesia juga memiliki modal besar berupa sumber daya alam, bonus demografi, dan program hilirisasi yang terus berjalan. Namun, fundamental yang kuat tidak berarti kebal terhadap tekanan eksternal,” terangnya.

Rio menilai masalah utama yang masih menjadi perhatian adalah tingginya sensitivitas pasar terhadap arus modal global dan sentimen investor internasional. Artinya, meskipun kondisi ekonomi domestik cukup baik, tekanan dari luar negeri tetap dapat memberikan dampak signifikan.

Page: 1 2 3

M Hafidz

Recent Posts

Timnas Indonesia Kalahkan Timor Leste 0-3, Mitchell Baker Kembali Cetak Gol!

Setelah bermain imbang tanpa gol sepanjang babak pertama, skuad asuhan John Herdman meledak lewat tiga…

9 minutes ago

Kebakaran Hebat di Mura, Dua Rumah Ludes Rata dengan Tanah

Kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah kayu di Gang Durian, Jalan M.T. Haryono, Kelurahan Beriwit,…

24 minutes ago

Pemkab Mura Dorong Transformasi Olahraga Menuju Sport Tourism

Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) menyelenggarakan Forum…

31 minutes ago

Bupati Heriyus Tinjau Venue Malam Hiburan Rakyat

Bupati Murung Raya, Heriyus, meninjau langsung kesiapan pelaksanaan Malam Hiburan Rakyat dalam rangka memeriahkan Hari…

38 minutes ago

Keamanan Daerah Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban menjadi faktor penting dalam mendukung…

2 hours ago

AKBP Joko Handono Pamit, Minta Satu Hal kepada Personel Polres Lamandau

AKBP Joko Handono resmi berpamitan sebagai Kapolres Lamandau dalam acara kenal pamit yang digelar di…

2 hours ago