Categories: Ekobis

Kenaikan BI Rate Jadi Sinyal Waspada, Ekonom Kalteng Soroti Risiko Ekonomi

Fenomena Lipstick Economy

Rio juga menyoroti fenomena yang mulai terlihat di berbagai negara, termasuk Indonesia, yaitu Lipstick Economy atau Lipstick Effect.

Fenomena ini terjadi ketika masyarakat mulai mengurangi pembelian besar seperti rumah, kendaraan, atau investasi jangka panjang, tetapi tetap membeli barang-barang konsumsi kecil yang memberikan kepuasan emosional.

Contohnya adalah kopi premium, produk perawatan kulit, kosmetik, makanan kekinian, hiburan digital, hingga berbagai produk gaya hidup.

“Sekilas konsumsi masih terlihat kuat. Pusat perbelanjaan masih ramai, kafe masih penuh. Namun pola konsumsi masyarakat sebenarnya mulai berubah,” katanya.

Tantangan Besar Indonesia

Rio menegaskan bahwa tantangan ekonomi Indonesia saat ini bukan hanya persoalan nilai tukar rupiah, inflasi, atau suku bunga.

Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada upaya membangun ekonomi yang lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada sentimen global.

Untuk itu, Indonesia membutuhkan investasi produktif yang lebih besar, industrialisasi yang lebih kuat, inovasi dan teknologi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, pasar keuangan domestik yang lebih dalam, serta tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap arah pembangunan nasional.

“Kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen dapat dipahami sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Namun kebijakan ini sebaiknya tidak dilihat sebagai solusi akhir, melainkan alat untuk membeli waktu,” tegasnya.

Menurut Rio, waktu tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan produktivitas nasional, memperbaiki kualitas kebijakan, dan membangun kembali kepercayaan pasar.

“Karena pada akhirnya, uang dapat masuk karena suku bunga yang tinggi. Tetapi investasi jangka panjang hanya akan datang ketika sebuah negara mampu menawarkan kepercayaan, kepastian, dan arah pembangunan yang jelas. Stabilitas menjaga ekonomi tetap berdiri hari ini, sedangkan kepercayaan dan fundamental yang kuat akan menentukan apakah ekonomi Indonesia mampu melangkah lebih jauh di masa depan,” tutup Rio.(hfz)

Page: 1 2 3

M Hafidz

Recent Posts

Selamat! Vicko Putra Yuanto dan Monica Aureli Arusmade Sabet Juara 1 Bujang Dara Lamandau 2026

Malam puncak penganugerahan Pemilihan Bujang Dara Lamandau (BDL) 2026 berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme…

19 hours ago

Bupati Rizky: Lahirkan Generasi Berkarakter dan Duta Wisata Handal

Pemerintah Kabupaten Lamandau sukses menggelar Malam Grand Final Pemilihan Bujang Dara Tingkat Kabupaten Lamandau Tahun…

20 hours ago

2 Kali Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid kembali mangkir dalam panggilan…

1 day ago

Anak Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Usai Di-bully Teman

Seorang anak down syndrome asal Rungkut, Kota Surabaya berinisial Z, 10, meninggal dunia usai diduga…

1 day ago

Perundungan Siswi SD Palangka Raya: Mediasi Berakhir Damai

Kasus perundungan siswi SD di Palangka Raya berakhir damai. Mediasi di Mapolresta berhasil mencapai kesepakatan…

1 day ago

DPRD Palangka Raya Dorong Wadi Kalteng Jadi Produk UMKM

DPRD Palangka Raya mendorong wadi khas Kalteng menjadi produk unggulan UMKM melalui inovasi kemasan, branding,…

1 day ago