Categories: Ekobis

Wacana Penyeragaman Kemasan Rokok Disebut Singkirkan Dimensi Ekonomi Sosial Kultural

Senada dengan Andreas, Komunitas Pecinta Tabacum Nusantara Indonesia (KPTNI) juga menyampaikan penolakan terhadap RPMK tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi pada Produk Tembakau dan Rokok Elektronik yang memuat rencana penyeragaman huruf, bentuk, serta penggunaan warna Pantone 448C pada kemasan rokok.

Ketua Umum KPTNI Eggy Bp menilai kebijakan tersebut justru berpotensi memperluas peredaran rokok ilegal karena kemasan produk legal akan semakin sulit dibedakan.

“Rancangan aturan penyeragaman kemasan rokok ini sama saja dengan upaya menyuburkan rokok ilegal karena saat ini saja tanpa aturan tersebut banyak produk ilegal yang menggunakan warna plesetan, nama, huruf dengan produk legal resmi. Justru penyeragaman kemasan akan memberikan ruang lebih leluasa pada produk rokok ilegal,” katanya.

Selain berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal, KPTNI juga menilai kebijakan tersebut dapat berdampak terhadap mata rantai industri lain, seperti percetakan kemasan dan sektor ekonomi kreatif yang selama ini mendukung industri hasil tembakau.

Eggy juga menyoroti proses penyusunan RPMK yang dinilai tidak melibatkan pelaku ekosistem pertembakauan, termasuk KPTNI yang beranggotakan petani, konsumen, produsen, hingga pelaku distribusi tembakau.

“Sejak awal proses penyusunan, pembahasan hingga sekarang dalam proses kejar target pembahasan, Kemenkes tak pernah melibatkan unsur KPTNI. Padahal, ekosistem pertembakauan sebagai salah satu sektor penopang ekonomi terbesar dalam negeri seharusnya pemerintah memberikan dukungan dengan kebijakan yang lebih adil, berimbang, dan transparan,” ujarnya.

Ia meminta Kemenkes membuka ruang dialog yang lebih luas dengan seluruh pemangku kepentingan sebelum menetapkan aturan tersebut.

“Jelas ada banyak yang dirugikan. Sebagai catatan untuk dipertimbangkan, selama lima tahun terakhir tidak sedikit pelaku usaha pertembakauan skala kecil dan menengah yang gulung tikar. Tolong pemangku kebijakan agar lebih memperhatikan keberlangsungan sektor padat karya yang mandiri ini,” pungkas Eggy.

Page: 1 2 3

Hendry Priyatmoko

Share

Recent Posts

Dinsos Lamandau Dirikan Dapur Siaga Karhutla, Siapkan Konsumsi untuk Petugas di Garis Depan

Dinsos Lamandau mendirikan Dapur Siaga Karhutla untuk memenuhi konsumsi petugas dan relawan.

2 hours ago

Warga Palangka Raya Diminta Waspada, Api Kecil Bisa Picu Kebakaran Besar

DPRD Palangka Raya mengingatkan warga agar waspada karena api kecil bisa memicu kebakaran besar saat…

3 hours ago

Serapan APBD Baru 40 Persen, Fraksi NasDem DPRD Palangka Raya Minta Pemko Percepat Program

Fraksi NasDem menyoroti serapan belanja APBD Palangka Raya yang baru 40,46 persen.

3 hours ago

Kabut Asap Masih Pekat, PJJ PAUD hingga SMP di Palangka Raya Diperpanjang

PJJ PAUD hingga SMP di Palangka Raya diperpanjang karena ISPU masih di atas 200.

3 hours ago

Karhutla Ancam Kebun Warga, Bupati Lamandau Minta Tiap Desa Bentuk Relawan Api

Karhutla mengancam perkebunan warga, Bupati Lamandau minta tiap desa bentuk relawan api.

3 hours ago

Kasus Kematian Sutrimo, Kubu Febrie Adriansyah Serahkan Penanganan ke Polda Metro Jaya

Kubu Febrie Adriansyah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kematian Sutrimo kepada Polda Metro Jaya.

6 hours ago