Lebih lanjut, Deddy juga menyoroti pentingnya memberikan edukasi politik dan akademik yang baik bagi seluruh sivitas akademika, khususnya bagi para mahasiswa yang turut memantau jalannya suksesi kepemimpinan ini.
Sebagai seorang akademisi, ia merasa memikul beban moral untuk memberikan teladan yang baik kepada publik dan mahasiswa. Ia berharap proses demokrasi di lingkungan kampus tetap berjalan dalam koridor akal sehat.
“Kami meyakini bahwa sekecil apa pun, kami sebagai pribadi memiliki tanggung jawab mempertontonkan bahwa pada kompetisi untuk memilih pemimpin tertinggi di lingkungan UPR masih ada kedewasaan, kewarasan, dan kehormatan akal sehat,” imbuhnya.
Pernyataan ini merespons pengumuman Panitia Pilrek UPR sebelumnya yang menetapkan empat dari delapan bakal calon rektor gugur dalam tahap verifikasi administrasi akibat dinilai tidak memenuhi syarat rekam jejak manajerial sesuai dengan regulasi kementerian. (her)
Page: 1 2
Bakal calon pimpinan Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Liswara Neneng. Memaparkan visi dan misinya untuk…
Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) memasuki tahapan sosialisasi bakal calon. Salah satu kandidat, Dr.…
Efisiensi anggaran dapat menjadi momentum bagi daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal dan mendorong pembangunan yang…
Prof Bhayu Rhama mengusung visi menjadikan UPR kampus unggul berbasis Huma Betang yang berdaya saing…
PII Kalteng terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng melalui program pembinaan generasi muda.
Peta persaingan Liga 2 musim 2026/2027 diperkirakan mengalami perubahan cukup signifikan setelah beberapa klub memutuskan…