Lebih lanjut, Deddy juga menyoroti pentingnya memberikan edukasi politik dan akademik yang baik bagi seluruh sivitas akademika, khususnya bagi para mahasiswa yang turut memantau jalannya suksesi kepemimpinan ini.
Sebagai seorang akademisi, ia merasa memikul beban moral untuk memberikan teladan yang baik kepada publik dan mahasiswa. Ia berharap proses demokrasi di lingkungan kampus tetap berjalan dalam koridor akal sehat.
“Kami meyakini bahwa sekecil apa pun, kami sebagai pribadi memiliki tanggung jawab mempertontonkan bahwa pada kompetisi untuk memilih pemimpin tertinggi di lingkungan UPR masih ada kedewasaan, kewarasan, dan kehormatan akal sehat,” imbuhnya.
Pernyataan ini merespons pengumuman Panitia Pilrek UPR sebelumnya yang menetapkan empat dari delapan bakal calon rektor gugur dalam tahap verifikasi administrasi akibat dinilai tidak memenuhi syarat rekam jejak manajerial sesuai dengan regulasi kementerian. (her)
Page: 1 2
Komisi III DPRD Palangka Raya menyoroti kerusakan fasilitas di dua sekolah, mulai dari MCK hingga…
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Palangka Raya akhirnya menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi…
Kejati Kalteng terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi dana hibah Pilkada KPU Kotim. Selain mendalami peran…
Kejati Kalteng mengingatkan pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat hukuman lebih berat. Langkah tersebut…
Baterai laptop yang mengembung diduga memicu kebakaran rumah di Palangka Raya. Api berhasil dipadamkan sebelum…
Ombudsman RI mulai menilai pelayanan publik di Kalteng dengan fokus pada kepatuhan, kepuasan masyarakat, dan…