
Kasat Reskrim Polres Lamandau, AKP Waryoto, bersama Jajaran Satreskrim saat mengamankan 4 pelaku penyekapan, di ruangan Satryo Pambudi Luhur, Mapolres Lamandau, tidak lama ini. (FOTO: ISTIMEWA)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Satreskrim Polres Lamandau terus mendalami kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang menimpa seorang pekerja swasta inisial AM (57) di Desa Arga Mulya, Senin (21/7).
Empat orang terlapor kini dalam proses penyelidikan untuk mengungkap motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WIB di area peron (tempat penjualan buah kelapa sawit) Desa Arga Mulya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.
Saat korban sedang duduk di belakang kantor peron, sebuah mobil tiba-tiba datang dan menghampirinya.
Sejumlah orang kemudian turun dari kendaraan tersebut dan langsung melakukan tindakan kekerasan. Terduga pelaku utama diketahui berinisial K alias Kodirin, yang datang bersama tiga rekannya, yakni ATS, MS, dan UT.
Meski korban sempat berteriak meminta tolong kepada dua rekannya yang berada di lokasi (D dan S), penganiayaan tetap berlangsung.
Tidak berhenti di situ, para terlapor kemudian mengikat tubuh korban dan memasukkannya secara paksa ke dalam mobil.
Korban sempat dibawa berpindah lokasi menuju lapangan Desa Tri Tunggal, Kecamatan Sematu Jaya, hingga akhirnya dibawa ke Pelabuhan Kumai.
Di pelabuhan tersebut, korban diminta oleh para pelaku untuk pulang ke Sumatra.
Setelah ditinggalkan, korban berhasil meminjam ponsel warga sekitar untuk menghubungi kerabatnya guna meminta pertolongan sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Lamandau melalui rekannya, Mn.
Page: 1 2
FIFA resmi mengumumkan format baru untuk penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.
Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng berhasil memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar 0,07 hektare di Bukit Tunggal,…
Kia Sales Indonesia mengumumkan harga resmi The all-new Seltos di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia…
Disdamkarmat Kota Palangka Raya menduga kebakaran rumah di Jalan R.A. Kartini dipicu korsleting listrik akibat…
Mitchell Baker ternyata sudah masuk radar Badan Tim Nasional (BTN) sejak lama sebelum mencuri perhatian…
Sebanyak 111.537 rumah bersubsidi dibiayai melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir Juli…