
Ilustrasi Penyebaran Link penipuan.
PROKALTENG.CO-Penipuan digital terus berkembang dengan berbagai modus baru. Salah satu cara yang paling sering digunakan pelaku adalah mengirimkan link palsu (phishing) yang dibuat semirip mungkin dengan website resmi. Korban biasanya diarahkan untuk memasukkan username, password, kode OTP, hingga data rekening yang kemudian dicuri oleh pelaku.
Banyak orang tertipu karena hanya melihat sekilas tampilan website tanpa memeriksa alamat link yang sebenarnya. Padahal, ada beberapa ciri sederhana yang bisa dikenali untuk membedakan link asli dan palsu.
Berikut cara membedakannya.
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah hanya membaca nama perusahaan di awal link. Padahal, yang paling penting adalah nama domain utama.
Contoh link asli:
https://tokopedia.com
https://shopee.co.id
https://bri.co.id
Contoh link palsu:
tokopedia-hadiah.com
shopee-gratis.xyz
bri-verifikasi.net
login-bri.my.id
Sekilas nama “Tokopedia”, “Shopee”, atau “BRI” memang ada. Namun domain akhirnya bukan domain resmi perusahaan.
Ciri link palsu:
Menambahkan kata gratis, promo, hadiah, bonus, verifikasi, atau claim.
Menggunakan domain yang tidak biasa seperti .xyz, .top, .site, .click, .live, atau .my.id untuk mengatasnamakan perusahaan besar.
Nama domain terlalu panjang dan membingungkan.
Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Palangka Raya. Menyatakan dukungan penuh terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)…
SPBU di Jalan Soekarno Palangka Raya memberikan toleransi pembelian Pertamax menggunakan jerigen maksimal 5 liter…
Pengadilan Negeri (PN) Nanga Bulik menggelar sidang pembacaan tuntutan pidana. Terhadap terdakwa John Milton Bin…
Pemkab Lamandau menargetkan pembangunan kembali Masjid Agung Lamandau rampung pada November 2026 agar segera dimanfaatkan…
Penentuan Rektor UPR masih terbuka berubah karena suara Kemendikti Saintek yang berbobot 35 persen akan…
Pengadilan Negeri (PN) Nanga Bulik menggelar sidang perdana kasus peredaran gelap narkotika, dengan terdakwa Wiwin…