Website resmi umumnya menggunakan HTTPS, yang ditandai dengan ikon gembok di sebelah kiri alamat website.
Namun, banyak orang salah paham. HTTPS bukan berarti website tersebut pasti aman.
Saat ini, pelaku phishing juga dapat membuat website palsu yang menggunakan HTTPS.
Contoh:
Asli:
https://bca.co.id
Palsu:
https://bca-verifikasi.com
Keduanya sama-sama memiliki HTTPS, tetapi domainnya berbeda.
Ciri link palsu:
Menggunakan HTTPS tetapi nama domainnya bukan milik perusahaan resmi.
Mengandalkan ikon gembok agar korban merasa aman.
Ini adalah teknik yang sangat sering digunakan penipu. Mereka mengganti satu atau dua huruf sehingga sekilas terlihat sama.
Misalnya:
Asli:
google.com
Palsu:
goog1e.com
gooogle.com
g00gle.com
Atau
Asli:
bri.co.id
Palsu:
brii.co.id
brl.co.id
bri-co-id.com
Sekilas hampir tidak terlihat berbeda, terutama jika dibuka melalui ponsel.
Ciri link palsu:
Huruf “o” diganti angka “0”.
Huruf “l” diganti angka “1”.
Menambah satu huruf.
Menggunakan tanda hubung (-) secara berlebihan.
Pelaku sering mengirim pesan yang membuat korban panik atau tergiur.
Contohnya:
Akun Anda akan diblokir.
Paket Anda gagal dikirim.
Anda memenangkan hadiah.
Saldo DANA masuk.
Bantuan pemerintah sudah cair.
Klik sekarang sebelum kedaluwarsa.
Kalimat tersebut dibuat agar korban tidak sempat berpikir panjang.
Ikan tongkol bisa diolah menjadi berbagai menu lezat untuk disantap bersama nasi hangat. Salah satu…
Bingung mencari menu spesial untuk makan malam bersama keluarga? Udang panggang keju bisa menjadi pilihan…
Kangkung menjadi salah satu sayuran yang kerap diandalkan untuk menu makan sehari-hari. Selain mudah ditemukan,…
Daging cabai hijau bisa menjadi pilihan menarik bagi pencinta hidangan bercita rasa gurih dan pedas.…
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin menyiapkan fasilitas ICU, HCU, kamar operasi, ruang rawat…
Penampakan visual kapal Virgo Transport 8 diabadikan melalui pantauan udara Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas…