Ciri link palsu:
Mengandung unsur ancaman.
Mengandung unsur hadiah.
Meminta korban segera mengklik.
Memberikan batas waktu yang sangat singkat.
Jika menerima pesan dari bank, marketplace, atau media sosial, jangan langsung login melalui tautan yang diberikan.
Lebih aman membuka aplikasi resmi atau mengetik sendiri alamat website melalui browser.
Sebagai contoh, jika mendapat pesan mengatasnamakan BCA, lebih baik buka aplikasi myBCA atau ketik sendiri alamat bca.co.id daripada mengklik link di pesan.
Ciri link palsu:
Langsung menampilkan halaman login.
Meminta username, password, PIN, atau OTP.
Meminta mengisi data pribadi tanpa alasan yang jelas.
Website phishing biasanya dibuat terburu-buru sehingga masih terdapat banyak kesalahan.
Perhatikan apakah terdapat:
Logo yang buram.
Gambar pecah.
Tata letak berantakan.
Banyak salah ketik.
Bahasa Indonesia yang tidak alami.
Terlalu banyak iklan.
Website resmi biasanya memiliki tampilan yang rapi dan profesional.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak hanya mengancam permukiman dan aktivitas masyarakat, tetapi…
Belakangan beredar anggapan bahwa layanan scaling gigi atau pembersihan karang gigi tidak lagi ditanggung BPJS…
Arema FC akan ditantang oleh tim promosi Isenmulang Kalteng FC dalam laga perdana BRI Super League musim 2026-2027 yang akan…
Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan pelindungan PMI tidak hanya menyangkut pekerja, tetapi juga keluarga dan anak…
Minimnya realisasi keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah, yang baru menyentuh angka 38 persen hingga…
Banyak pekerja di wilayah konstituen Kalimantan Tengah (Kalteng), menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan…