
Petugas menyiapkan garam (natrium klorida/NaCl) di dalam pesawat Cessna Caravan untuk penyemaian awan pada Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Selatan. (Foto: BMKG Kalsel)
PROKALTENG.CO-Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan memasuki hari kedua, Kamis (16/7/2026). Pada hari pertama operasi, sebanyak 1.000 kilogram atau satu ton garam (natrium klorida/NaCl) telah ditebar ke awan potensial.
Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan mulai diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum dapat memastikan hujan tersebut merupakan hasil langsung dari penyemaian awan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Fitma Surya Arghani, mengatakan analisis masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas operasi tersebut.
“Untuk klaim apakah kondisi cuaca yang berawan dan hujan ringan ini berkat OMC tentunya perlu kami analisis lebih lanjut. Namun kami berharap demikian,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (16/7/2026).
Hari Pertama Tebar Satu Ton Garam
Operasi Modifikasi Cuaca mulai dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) melalui satu kali sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208 EX registrasi PK-SNP.
“Pada Rabu, 15 Juli 2026 telah dimulai pelaksanaan OMC di wilayah Kalimantan Selatan dengan satu sorti penerbangan,” kata Fitma.
Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Syamsudin Noor pukul 16.17 Wita dan kembali mendarat pukul 18.31 Wita.
Selama penerbangan tersebut, penyemaian awan dilakukan di wilayah Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Banjar, serta area udara (overhead) Banjarbaru.
Pada ketinggian sekitar 9.000 kaki, tim menebarkan 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai untuk merangsang pertumbuhan awan hujan.
Hujan Mulai Turun di Sejumlah Daerah
Hingga Kamis sore, beberapa wilayah Kalimantan Selatan mulai mengalami hujan.
Curah hujan lebih dominan terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, sedangkan Banjarbaru hanya diguyur hujan lokal. Sementara itu, sebagian wilayah lain, seperti Balangan dan Kabupaten Banjar, masih didominasi cuaca cerah berawan.
Meski demikian, BMKG menegaskan belum dapat mengaitkan hujan tersebut secara langsung dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca.
Menurut Fitma, evaluasi harus dilakukan dengan membandingkan kondisi atmosfer sebelum dan sesudah penyemaian awan, termasuk respons awan terhadap bahan semai yang telah ditebar.
Operasi Berlangsung Hingga 21 Juli
Pelaksanaan OMC hari kedua masih berlangsung hingga Kamis sore. Rekapitulasi data penerbangan dan hasil operasi baru akan tersedia setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.
“Untuk data hari ini masih berjalan dan baru keluar malam setelah operasi selesai,” katanya.
Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Selatan merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan risiko kebakaran hutan dan lahan serta dampak kekeringan selama musim kemarau.
Pelaksanaan operasi merupakan tindak lanjut atas permohonan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berdasarkan surat BNPB, operasi dijadwalkan berlangsung selama 15–21 Juli 2026 dengan menggunakan satu unit pesawat Cessna Caravan C208 EX registrasi PK-SNP yang berpangkalan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.
BNPB menunjuk PT Milan Pillery Bersatu sebagai penyedia jasa Operasi Modifikasi Cuaca yang bekerja sama dengan PT Smart Cakrawala Aviation sebagai operator pesawat. (*)
Serangan udara Amerika Serikat (AS) di wilayah barat daya Iran memicu kepanikan di sebuah rumah…
KPK telah merampungkan verifikasi laporan dugaan gratifikasi yang disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, namun…
DALAM tradisi Primbon Jawa, sifat baik seperti ketulusan hati dan kepedulian terhadap sesama sering dikaitkan…
Mantan Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu mengaku belum menerima surat pemanggilan dari Kejari…
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi irit bicara usai diperiksa KPK selama sembilan jam…
Suasana di Bandara Tjilik Riwut, Kamis sore (16/7/2026) itu terasa berbeda. Di tengah keramaian petugas…