Categories: Pemprov Kalteng

Disdik Kalteng Perkuat Budaya Integritas Lewat Pemasangan Spanduk WBS di Sekolah

PROKALTENG.CO – Komitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun penyimpangan terus diperkuat oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Salah satu langkah nyata yang kini mendapat sambutan luas dari satuan pendidikan adalah pemasangan Spanduk Whistleblowing System (WBS) secara serentak di SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng.

‎Sejak Senin (22/6) berbagai sekolah dari wilayah perkotaan hingga pelosok daerah tampak antusias memasang spanduk WBS di lingkungan sekolah masing-masing.

Tidak hanya kepala sekolah dan guru, para murid juga turut berpartisipasi dalam sosialisasi dan kampanye budaya berani melapor demi menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan berintegritas.

‎Spanduk bertajuk Berani Bersuara, Sekolah Kita Lebih Aman tersebut dilengkapi dengan kode QR yang dapat digunakan untuk menyampaikan laporan maupun pengaduan terkait dugaan pelanggaran, perundungan, kekerasan, pungutan liar, diskriminasi, maupun berbagai tindakan lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan lingkungan sekolah.

‎Gerakan pemasangan spanduk WBS ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Disdik Provinsi Kalteng dalam membangun sistem pengawasan yang partisipatif dan transparan.

Melalui sistem tersebut, warga sekolah dan masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan informasi maupun laporan dengan tetap menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

‎Antusiasme pemasangan terlihat di berbagai satuan pendidikan, di antaranya SMKN 1 Bataguh, SMAN 2 Kahayan Tengah, SMAN 1 Menthobi Raya, serta sejumlah SMA, SMK, dan SKH lainnya yang mulai memasang spanduk WBS di area strategis sekolah agar mudah dilihat dan diakses oleh seluruh warga sekolah.

‎Kepala SMKN 1 Bataguh, Mukti menyampaikan bahwa pemasangan WBS merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan.

‎Menurutnya, keberadaan WBS bukan hanya menjadi sarana pelaporan, tetapi juga media edukasi untuk menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab kepada seluruh warga sekolah.

Page: 1 2

M Hafidz

Recent Posts

Gubernur : Kalteng Baru Terima DBH Rp335 Miliar, Sisa Dana Masih Ditunggu dari Pusat

Hingga saat ini, dana bagi hasil (DBH) yang telah diterima Pemprov Kalteng baru sekitar Rp335…

31 minutes ago

Syahfiri Fokus Perkuat Perencanaan Pembangunan Daerah Usai Dilantik sebagai Kepala Bapperida Kalteng

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah, Syahfiri, menegaskan komitmennya…

42 minutes ago

Terima Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa Cabut Gugatan Praperadilan

Tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Tifauziah Tyassuma atau dokter…

48 minutes ago

Pelantikan Pengurus Golkar Kalteng Ditargetkan Dilaksanakan Bersamaan Akhir Juli 2026

Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah periode 2025–2030, Edy Pratowo. Menyebut pelantikan kepengurusan DPD Golkar…

60 minutes ago

Ojol Palangka Raya Semakin Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Manfaat Program dan Serahkan Santunan Ratusan Juta Rupiah

BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya menyosialisasikan manfaat program kepada pengemudi ojol sekaligus menyerahkan santunan kepada ahli…

1 hour ago

Luncurkan Tiga Inovasi Digital, Bupati : Langkah Strategis Dorong Percepatan Transformasi Pelayanan Publik

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor. Resmi meluncurkan tiga proyek perubahan hasil gagasan peserta…

2 hours ago