Categories: Pemprov Kalteng

Disdik Kalteng Perkuat Budaya Integritas Lewat Pemasangan Spanduk WBS di Sekolah

‎Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan OSIS SMAN 1 Menthobi Raya, Rona Anastasia Hutauruk, yang menilai keberadaan WBS dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah mengenai pentingnya budaya integritas dan keberanian menyampaikan informasi yang benar demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

‎Kepala Disdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa keberadaan Whistleblowing System merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pendidikan yang bersih, transparan, dan berintegritas di seluruh satuan pendidikan.

‎Menurut Reza, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh murid untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensinya tanpa rasa takut terhadap kekerasan, perundungan, maupun praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh murid, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran. WBS bukan untuk mencari kesalahan, tetapi menjadi instrumen pengawasan bersama agar sekolah benar-benar menjadi lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas kekerasan,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Reza menekankan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh budaya integritas yang tumbuh di lingkungan sekolah.

‎”Generasi muda Kalimantan Tengah adalah aset yang sangat berharga. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan yang sehat, menjunjung nilai kejujuran, toleransi, tanggung jawab, dan saling menghormati. Melalui WBS, kita ingin membangun budaya berani menyampaikan kebenaran dan berani melawan segala bentuk penyimpangan demi masa depan pendidikan Kalimantan Tengah yang lebih baik,” tegasnya.

‎Dengan antusiasme sekolah-sekolah yang terus memasang dan mensosialisasikan Whistleblowing System, Disdik Kalteng optimistis budaya integritas dan keterbukaan akan semakin mengakar di lingkungan pendidikan.

Melalui partisipasi seluruh warga sekolah dan masyarakat, WBS diharapkan menjadi instrumen penting dalam mendukung terwujudnya pendidikan Kalteng yang maju, setara, efektif, efisien, serta berlandaskan nilai-nilai Huma Betang dan Belom Bahadat.(mmckalteng)

Page: 1 2

M Hafidz

Recent Posts

Karhutla di Seberang Sungai Lamandau Meluas, Akses Petugas Jadi Kendala

Karhutla di seberang Sungai Lamandau meluas, sementara akses petugas menuju titik api terkendala.

15 hours ago

Karhutla di Lamandau Hanguskan 30 Hektare Lahan Gambut

Karhutla di Desa Kujan, Lamandau, menghanguskan sekitar 30 hektare lahan gambut.

15 hours ago

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Palangka Raya, Pesawat Sempat Batal Mendarat

Kabut asap karhutla mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, satu pesawat sempat batal mendarat.

15 hours ago

Khawatir Keamanan Warga, Polisi Selidiki Perampasan Rp80 Juta di BRILink Palangka Raya

Polisi menyelidiki aksi perampasan di sebuah BRILink Jalan Seth Adji, Palangka Raya, yang membuat uang…

15 hours ago

HMI Soroti Karhutla Kalimantan: Bukan Lagi Sekadar Persoalan Lingkungan

HMI menilai karhutla Kalimantan telah berkembang menjadi persoalan serius yang membutuhkan penguatan pencegahan dan penanganan…

16 hours ago

DPRD Bartim Dukung Pembangunan Kantor BNNK, Nursulistio Dorong Pusat Rehabilitasi Segera Beroperasi

DPRD Bartim mendukung pembangunan kantor BNNK dan mendorong pusat rehabilitasi segera beroperasi.

19 hours ago