“Di Petuk Katimpun sekarang sudah empat titik. Total rencananya sembilan titik,” ungkap Fairid.
Selain memastikan progres pemasangan sumur bor, Fairid mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait mengenai teknis pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, terdapat beberapa perbedaan teknis dalam proses pemasangan antara satu lokasi dengan lokasi lainnya yang perlu mendapat perhatian.
“Besok saya akan bertanya kepada Pak Dandim atau langsung Pak Pangdam terkait tindak lanjutnya, karena kebutuhan sumber air di sini cukup besar,” jelasnya.
Fairid menilai keberadaan sumur bor menjadi kebutuhan penting dalam penanganan karhutla, terutama untuk mempercepat akses air di wilayah yang jauh dari sumber air permanen.
Dengan tersedianya sumber air yang memadai, proses pemadaman diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif saat terjadi kebakaran.
Selain sumur bor, Pemko Palangka Raya juga mengusulkan sejumlah bantuan lain untuk mendukung penanganan karhutla, seperti alat pelindung diri (APD), sarana dan prasarana pemadaman, embung portabel, flexi tank, selang, hingga penambahan dukungan water bombing.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau berlangsung. (adr)
Page: 1 2
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor. Menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Kejaksaan, dalam…
Isenmulang Kalteng FC mengambil langkah cepat dalam mempersiapkan tim menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027,…
Program SMK Go Global menargetkan 500.000 tenaga kerja Indonesia masuk pasar kerja internasional hingga 2029,…
Karhutla di Palangka Raya terus meluas. Hingga 2 September 2026, BPBD mencatat 443 kejadian dengan…
Realisasi keuangan Kalteng baru mencapai 38 persen hingga Agustus 2026. DPRD Kalteng meminta Pemprov mempercepat…
DPRD Kalteng menyoroti maraknya PHK dan karyawan yang dirumahkan akibat penerapan RKAB perusahaan. Disnaker didesak…