“Berdasarkan hasil konfirmasi terhadap staf yang telah saya panggil, bahwa tidak ada penagihan pajak, melainkan petugas membantu agar data wajib pajak segera diperbarui. Sehingga kewajiban pajaknya tidak lagi dihitung sejak kafe tidak beroperasi akibat kebakaran. Staf tersebut pun berada di bidang pengawasan, sehingga tidak ada fungsi maupun tugas utamanya untuk melakukan penagihan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Emi menyampaikan bahwa proses verifikasi data tersebut perlu dilakukan karena hingga saat ini pemilik kafe belum mengajukan permohonan tertulis untuk penghapusan sebagai wajib pajak Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman.
Menurutnya, tanpa adanya pembaruan data tersebut, dikhawatirkan sistem masih mencatat kewajiban pajak yang seharusnya sudah tidak berlaku.
“Tujuan petugas bidang pengawasan adalah membantu meringankan beban pelaku usaha yang terdampak musibah, agar tidak terbebani pembayaran pajak sampai kondisi usahanya kembali normal. Jika tidak kami perbarui datanya segera, dikhawatirkan pelaku usaha tetap terdata sebagai wajib pajak, sehingga petugas kami mempercepat proses pembaruan data tersebut,” tambahnya.
Emi kembali menegaskan tidak ada pembebanan pajak terhadap Kafe Toko Kopi Bumi selama tutup pasca kebakaran. Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat serta menjaga kondusifitas aktivitas usaha di Kota Palangka Raya.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke 24 Kabupaten Murung Raya yang…
PBMI menggelar Sertifikasi Nasional bagi 80 pelatih, wasit, dan juri Muaythai sebagai upaya membangun SDM…
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Madura saat mengangkut sekitar 250 penumpang. Tim SAR…
PT PLN (Persero) bergerak cepat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang…
Bali resmi menjadi tuan rumah semifinal dan final Piala Presiden 2026 setelah Ketua Steering Committee…
Kadin Kalteng menilai kebijakan rasionalisasi BUMN menjadi momentum memperkuat peran swasta, mendorong UMKM, dan menciptakan…