Selain itu, berbagai masukan berbasis kearifan lokal turut menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen tersebut, terutama terkait pengalaman masyarakat dalam menghadapi bencana serta penerapan langkah-langkah mitigasi secara tradisional.
Melalui penyusunan Kajian Risiko Bencana 2026–2030 ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap kapasitas daerah dalam menghadapi dan mengurangi dampak bencana dapat semakin meningkat, sehingga tercipta pembangunan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.(pan)
Dendam yang dipendam selama tujuh tahun berujung maut. Seorang pria di Kapuas nekat menikam kerabatnya…
Polda Kalimantan Tengah menetapkan seorang oknum anggota Polri sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan senjata api…
Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, terus meningkat.
Polri menegaskan bahwa personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) tidak memiliki kewenangan untuk…
Rumor Jurgen Klopp menjadi pelatih Timnas Jerman bukan lagi hisapan jempol belaka. Federasi Sepak Bola…
Fenomena dangkalnya Sungai Lamandau menciptakan hamparan pasir yang disulap menjadi pantai dadakan.