Meski demikian, prinsip pelestarian alam dan keterlibatan masyarakat lokal sebagai subjek utama harus tetap menjadi prioritas.
Keterlibatan warga lokal dinilai sebagai kunci utama agar perputaran uang di sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Selain mendongkrak angka kunjungan pelancong, keberadaan Riam Bahu Burung diharapkan membuka peluang usaha baru—mulai dari sektor kuliner, penginapan (homestay), hingga jasa pemandu wisata (tour guide) lokal.
“Dengan pengelolaan yang tepat, keberadaan objek wisata akan langsung menggerakkan roda perekonomian desa yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap, melalui promosi yang berkelanjutan, sektor pariwisata kelak mampu menjadi salah satu lokomotif penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya. (bib)
Page: 1 2
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie…
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai China Open 2026. Ganda putra Indonesia…
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP),…
Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi SRIKANDI Versi…
Pemadaman listrik di Kalimantan Tengah menjadi momentum untuk mengevaluasi keandalan sistem kelistrikan.
Polda Metro Jaya memastikan akan menyelidiki kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan dalam…