Prof. Arief menilai keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting, mengingat Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia sekaligus menjadi salah satu daerah asal utama pekerja migran.
Karena itu, menurutnya, kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan dan menekan angka pengangguran melalui penyiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
“Merupakan suatu kehormatan bagi Unpad untuk dapat berpartisipasi dalam program ini. Jawa Barat adalah provinsi dengan populasi terbesar secara nasional, sehingga isu ketenagakerjaan dan penyiapan tenaga kerja menjadi perhatian yang sangat krusial,” ujar Prof. Arief.
Ia menegaskan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan strategi Kementerian P2MI yang mengedepankan penyiapan kompetensi sesuai kebutuhan pasar global, Unpad siap mengambil peran aktif sebagai bagian dari ekosistem pendidikan, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan kebijakan yang ada, kami di Unpad siap menjadi salah satu subsistem dari ekosistem yang telah dikembangkan oleh Kementerian P2MI dan Bappenas. Keterlibatan ini merupakan bentuk sumbangsih nyata Universitas Padjadjaran dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus mendorong kemajuan bangsa,” tegasnya.
Melalui integrasi program pelatihan, sertifikasi, riset, hingga penguatan sistem data pekerja migran, Unpad berkomitmen mendukung lahirnya Pekerja Migran Indonesia yang memiliki kompetensi menengah hingga tinggi (middle-to-high skilled workers) serta terhindar dari risiko penempatan nonprosedural.
Prof. Arief juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada Unpad. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pelindungan pekerja migran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi antara Kementerian P2MI, Bappenas, dan Universitas Padjadjaran ini menjadi langkah strategis dalam mengubah tantangan ketenagakerjaan menjadi peluang brain circulation yang memberikan manfaat bagi pembangunan nasional.
Dengan memadukan perencanaan pembangunan yang terarah, kebijakan pelindungan pekerja migran, serta kontribusi dunia akademik, sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem migrasi kerja yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan menuju terwujudnya Migran Aman, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.(tim)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara menerima penyaluran bantuan resmi,…
Satresnarkoba Polresta Palangka Raya berhasil menangkap seorang pengedar narkoba berinisial NR (30) dan menyita total…
Tim Resmob Jatanras Satreskrim Polresta Palangka Raya berhasil menangkap seorang pria berinisial AJ (22), terduga…
Nur Ghina Muslimah meminta KPU dan Bawaslu bersikap terbuka serta menyerahkan seluruh dokumen risalah PKPU…
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 9.324 warga terserang ISPA selama periode Juni hingga…
Pria di Palangka Raya tega menghabisi nyawa istrinya karena sakit hati, membuang jasadnya ke hutan,…