Categories: Nasional

Kementerian P2MI Gandeng Bappenas dan Unpad Transformasi Tata Kelola Pekerja Migran

Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berfokus mendorong peralihan profil pekerja migran dari sektor informal menuju middle-to-high skill workers.

Untuk merealisasikan pencetakan SDM berkualitas tinggi, Menteri Mukhtarudin menegaskan tidak perlu membangun lembaga pendidikan baru, pemerintah akan mengoptimalkan infrastruktur pendidikan yang sudah ada, mulai dari perguruan tinggi, SMK, hingga sekolah vokasi di bawah 12 kementerian/lembaga.

Menteri Mukhtarudin menekankan adanya perubahan paradigma mendasar dalam proses penyiapan Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri.

“Paradigmanya kita balik. Bukan latih, kompeten, baru cari penempatan. Tetapi kita amankan dulu pasarnya di luar negeri, baru kita breakdown kebutuhan kompetensinya ke bawah, dilatih di mana dan seperti apa,” tegas Politisi Partai Golkar.

Perubahan paradigma ini dipicu oleh besarnya celah (gap) antara peluang kerja global dan daya serap tenaga kerja Indonesia. Saat ini, terdapat lebih dari 300.000 lowongan kerja luar negeri di sektor formal dan profesional, namun Indonesia baru mampu mengisi kurang dari 30 persennya.

“Celah sebesar 70 persen lebih itu belum terserap akibat ketidaksesuaian (mismatch) antara output pendidikan domestik dengan standar kompetensi global,” imbuh Mukhtarudin.

Selain penguatan kualitas SDM, momentum ini juga digunakan untuk menggemakan Gerakan Nasional Migran Aman guna menekan angka penempatan non-prosedural dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sektor perguruan tinggi, termasuk Unpad, memegang peranan kunci melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam hal edukasi, penyuluhan masyarakat, hingga pengembangan Migrant Training Center.

Langkah ini krusial mengingat masih tingginya kasus TPPO. Menteri Mukhtarudin mencontohkan penanganan kasus terbaru di mana pihak berwenang kembali memulangkan korban TPPO asal Cianjur dari Libya, serta berhasil menangkap dua tersangka jaringan domestik.

Melalui sinergi pendidikan dan pelindungan ini, Kementerian P2MI bercita-cita membangun ekosistem Brain Circulation.

Page: 1 2 3 4

M Hafidz

Recent Posts

PBMI Perkuat SDM Muaythai, 80 Pelatih, Wasit, dan Juri Ikuti Sertifikasi Nasional

PBMI menggelar Sertifikasi Nasional bagi 80 pelatih, wasit, dan juri Muaythai sebagai upaya membangun SDM…

4 hours ago

Kapal Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan 
Madura, 250 Penumpang Dievakuasi

Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Madura saat mengangkut sekitar 250 penumpang. Tim SAR…

5 hours ago

Tim PLN Turun Padamkan Karhutla, Lindungi Lingkungan dan Jalur Transmisi Listrik

PT PLN (Persero) bergerak cepat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang…

5 hours ago

KADIN Kalteng Apresiasi Langkah Presiden
 Pangkas BUMN, Nilai Buka Peluang Besar bagi
Swasta

Kadin Kalteng menilai kebijakan rasionalisasi BUMN menjadi momentum memperkuat peran swasta, mendorong UMKM, dan menciptakan…

7 hours ago

Alami Kerugian Capai Rp25,2 Miliar, Diana Pungky Laporkan Mantan Asprinya ke Polda Metro Jaya

Artis Diana Pungky melaporkan mantan asisten pribadinya berinisial YS ke Polda Metro Jaya atas dugaan…

10 hours ago

Malam Hiburan Pesta Rakyat di Lamandau Selalu Diwarnai Keributan Penonton

Pelaksanaan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Lamandau yang digelar di Alun-Alun Kota…

10 hours ago