Mukhtarudin juga mengimbau masyarakat memanfaatkan Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI) untuk memperoleh informasi mengenai lowongan kerja luar negeri, persyaratan, hingga tata cara keberangkatan yang legal.
Sementara itu, Supiat mengaku menjadi korban karena tergiur tawaran gaji besar. Pria yang mengaku hanya lulusan sekolah dasar (SD) itu berharap pengalamannya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja yang tidak jelas.
“Untuk warga Kalimantan Tengah, jangan tergiur karena gajinya besar. Risikonya sangat besar kalau pekerjaannya tidak sesuai dan tidak melalui jalur prosedural,” pesan Supiat. (hfz)
Page: 1 2
Ilustrasi perjalanan kereta api. (Humas KAI Daop 8 Surabaya)
Timnas Indonesia U-20 berhasil melaju ke putaran final Piala Asia U-2027. Kepastian itu didapat setelah…
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menegaskan komitmen, menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus menjamin…
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik) Kalteng angkat bicara terkait beredarnya informasi yang menyebut adanya…
Maraknya konten-konten negatif yang menyerang di berbagai platform media sosial, baik sebagai Gubernur Kalteng maupun…
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap Ujianto (70), warga Desa Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito…