Berkaca dari pengalaman tersebut, Christopher menekankan pentingnya Indonesia dan Filipina untuk saling belajar dan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan pekerja migran, termasuk menyangkut penempatan dan pelindungan.
“Makanya kalau bisa kita mau saling belajar praktik-praktik yang terbaik, kita share. Mengenai semua sistem ketenagakerjaan, dari penempatannya sampai perlindungannya. Kita bisa saling menuangkan dan berbagi ilmu,” pungkas Duta Besar Filipina untuk Indonesia Christopher B. Montero.
Pertemuan Menteri Mukhtarudin dan Dubes Filipina tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Indonesia dan Filipina dalam membangun tata kelola migrasi tenaga kerja yang lebih aman, tertib, dan berorientasi pada pelindungan.
Kedua negara juga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian MoU Labour Migration Governance sekaligus memperluas pertukaran pengalaman dan praktik terbaik, sehingga kerja sama yang dibangun memberikan manfaat nyata bagi pekerja migran Indonesia maupun Filipina.(tim)
Kabar mengejutkan datang dari Timnas Indonesia menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Bek Persija Jakarta, Shayne Pattynama, tiba-tiba mendapatkan panggilan…
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali hadir membantu masyarakat Murung Raya yang terdampak kebakaran hutan dan…
Aksi dua pria ber-hoodie mengondol dua rol selang pemadam milik BPK Sethajie Palangka Raya usai…
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Senin (21/9), setelah…
Isenmulang Kalteng FC menjadi tim promosi yang memiliki catatan paling buruk.Sama seperti PSS Sleman, tim…
Peralatan pemadam kebakaran milik Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Sethajie Palangka Raya menjadi sasaran pencurian. Dua…