Kondisi luka di tangannya tampak cukup serius, dengan kulit yang memerah, bengkak, serta lapisan kulit keputihan yang melepuh dan terkelupas. Pria paruh baya yang mengenakan kemeja polo abu-abu, berpeci putih, dan berkacamata itu, tampak menunduk pilu.
Di samping ia duduk, terdapat kulkas terbalik hangus, pakaian dan perabotan rumah tangga yang telah berubah jadi arang. Hanya sebotol air mineral, sebuah piring hijau, dan wadah plastik di atas meja kayu usang yang selamat. Ini menjadi saksi bisu sisa kehidupan sebelum bencana kebakaran tersebut datang.
Kisah Nawawi ini, menjadi potret nyata soal kepanikan dan sekaligus perjuangan warga saat bencana kebakaran hebat itu memakan puluhan bangunan di kawasan itu.
Kini, separuh rumahnya telah ludes tak bersisa, dan ia harus berjuang menyembuhkan luka bakar di usia yang tak lagi muda. Meski begitu, Nawawi tak menyimpan penyesalan sedikit pun.
Ia tercatat sebagai salah satu warga yang mengalami luka dalam pendataan awal di posko terpadu Kelurahan Pahandut. Bersama ratusan jiwa terdampak lainnya, Nawawi kini menumpang di posko pengungsian, menanti uluran tangan untuk memulai kehidupan dari awal kembali. (*)
Page: 1 2
KPK telah merampungkan verifikasi laporan dugaan gratifikasi yang disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, namun…
DALAM tradisi Primbon Jawa, sifat baik seperti ketulusan hati dan kepedulian terhadap sesama sering dikaitkan…
Mantan Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu mengaku belum menerima surat pemanggilan dari Kejari…
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan…
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi irit bicara usai diperiksa KPK selama sembilan jam…
Suasana di Bandara Tjilik Riwut, Kamis sore (16/7/2026) itu terasa berbeda. Di tengah keramaian petugas…