Di sisi lain, pemerintah masih mengandalkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas, mulai dari intervensi pasar valas oleh Bank Indonesia, penguatan koordinasi fiskal dan moneter, hingga menjaga inflasi agar tetap terkendali.
Namun, aksi mahasiswa menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan lebih dari sekadar penjelasan teknis. Mereka menuntut kepastian bahwa kebijakan ekonomi mampu melindungi daya beli, membuka lapangan kerja, menjamin akses pendidikan dan kesehatan, serta memberikan rasa aman terhadap masa depan.
Gelombang kritik dari mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa stabilitas ekonomi bukan hanya tentang menjaga angka-angka makro tetap terlihat baik. Lebih dari itu, keberhasilan ekonomi harus dapat dirasakan secara nyata oleh rakyat dalam kehidupan sehari-hari. (jpg)
Kabar baik bagi warga Kota Palangka Raya. Pemadaman listrik bergilir ditargetkan berakhir mulai 5 Agustus…
PLN UID Kalselteng mengungkap pemadaman listrik bergilir di Kalteng dipicu gangguan pada tiga unit pembangkit…
PLN UID Kalselteng menargetkan pemadaman listrik bergilir di Kalteng berakhir pada 5 Agustus 2026 setelah…
Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya mengapresiasi kinerja tim gabungan dalam penanganan…
Sidang perkara narkotika di PN Nanga Bulik mengungkap terdakwa diduga menjadi kurir sabu seberat 198,44…
BPBD Kabupaten Lamandau mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena ancaman karhutla…