Di sisi lain, pemerintah masih mengandalkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas, mulai dari intervensi pasar valas oleh Bank Indonesia, penguatan koordinasi fiskal dan moneter, hingga menjaga inflasi agar tetap terkendali.
Namun, aksi mahasiswa menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan lebih dari sekadar penjelasan teknis. Mereka menuntut kepastian bahwa kebijakan ekonomi mampu melindungi daya beli, membuka lapangan kerja, menjamin akses pendidikan dan kesehatan, serta memberikan rasa aman terhadap masa depan.
Gelombang kritik dari mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa stabilitas ekonomi bukan hanya tentang menjaga angka-angka makro tetap terlihat baik. Lebih dari itu, keberhasilan ekonomi harus dapat dirasakan secara nyata oleh rakyat dalam kehidupan sehari-hari. (jpg)
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan desa merupakan fondasi utama kemajuan daerah saat membuka Rakerda APDESI…
Mie ayam menjadi salah satu kuliner yang memiliki tempat khusus di hati masyarakat Indonesia. Dari gerobak kaki lima…
Pelemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi juga erat kaitannya dengan kepercayaan investor terhadap…
Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda secara resmi melaunching penggunaan alat berat di Workshop Cabang UPTD Laboratorium…
Mendengarkan musik sambil belajar atau bekerja menjadi kebiasaan yang semakin lekat dengan Generasi Z (Gen Z). Kehadiran…
Kapten Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, Rizky Ridho, memberikan dukungan terbuka kepada Beckham Putra Nugraha…