Penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa pola makan dengan beban glikemik rendah cenderung menghasilkan fluktuasi gula darah yang lebih stabil serta membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan dengan beban glikemik tinggi.
Di tengah meningkatnya prevalensi diabetes, sejumlah produsen pangan mulai mengembangkan produk dengan pendekatan beban glikemik rendah. “Hasil uji klinis ini menunjukkan bahwa camilan dengan beban glikemik rendah, seperti mGanik Nutrition, memiliki respons glukosa yang lebih baik sehingga dapat membantu pasien diabetes mengelola kondisi tersebut,” katanya.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjadi solusi tunggal dalam pengelolaan diabetes.
Pengendalian penyakit ini tetap membutuhkan kombinasi pola makan seimbang, aktivitas fisik, kepatuhan terhadap terapi medis, serta pemantauan gula darah secara rutin.
Data International Diabetes Federation menunjukkan jumlah penyandang diabetes di dunia terus meningkat setiap tahun. Indonesia sendiri termasuk negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia, sehingga edukasi mengenai pola makan dan pengelolaan rasa lapar menjadi bagian penting dalam upaya mencegah komplikasi jangka panjang.(jpg)
Page: 1 2
Kamayanti mendorong Gerakan Pramuka terus memperkuat karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat, 47.991 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Juli…
Nilai tukar Rupiah menguat terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (14/8) setelah Pidato Presiden Prabowo…
omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menyita dua koper dan satu kardus yang berisikan sejumlah dokumen…
Bupati Murung Raya, Heriyus, menegaskan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam…
Menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada menurunnya debit air sungai, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten…