Penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa pola makan dengan beban glikemik rendah cenderung menghasilkan fluktuasi gula darah yang lebih stabil serta membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan dengan beban glikemik tinggi.
Di tengah meningkatnya prevalensi diabetes, sejumlah produsen pangan mulai mengembangkan produk dengan pendekatan beban glikemik rendah. “Hasil uji klinis ini menunjukkan bahwa camilan dengan beban glikemik rendah, seperti mGanik Nutrition, memiliki respons glukosa yang lebih baik sehingga dapat membantu pasien diabetes mengelola kondisi tersebut,” katanya.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjadi solusi tunggal dalam pengelolaan diabetes.
Pengendalian penyakit ini tetap membutuhkan kombinasi pola makan seimbang, aktivitas fisik, kepatuhan terhadap terapi medis, serta pemantauan gula darah secara rutin.
Data International Diabetes Federation menunjukkan jumlah penyandang diabetes di dunia terus meningkat setiap tahun. Indonesia sendiri termasuk negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia, sehingga edukasi mengenai pola makan dan pengelolaan rasa lapar menjadi bagian penting dalam upaya mencegah komplikasi jangka panjang.(jpg)
Page: 1 2
Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Murung Raya (Mura) menyatakan dukungannya, terhadap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah…
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun…
Wawali Palangka Raya Achmad Zaini mengajak masyarakat menjadikan 10 Muharram sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap…
Kapolri merotasi enam pejabat utama dan lima kapolres di jajaran Polda Kalimantan Tengah.
Wabup Ahmad Jayadikarta menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting.
Pemkab Pulang Pisau mengawali penataan rest area dengan penghijauan dan aksi bersih lingkungan.