Ia mengatakan, “Kami suka berhomebase di Meksiko, orang-orangnya terbaik. Dan saya sudah diberi tahu bahwa kartel-kartel menyukai kami,” yang langsung memancing reaksi beragam di media sosial.
Ucapan tersebut muncul di tengah kekhawatiran sebagian pihak terkait keamanan di Meksiko, yang dalam beberapa tahun terakhir memang kerap dikaitkan dengan isu kartel narkoba.
Meski begitu, otoritas sepak bola dan penyelenggara Piala Dunia menegaskan bahwa semua lokasi resmi akan berada di bawah pengamanan ketat demi menjamin keselamatan tim peserta.
Hingga kini, keputusan Iran untuk menjadikan Meksiko sebagai basecamp tetap berjalan sesuai rencana.
Sementara itu, fokus utama tim tetap tertuju pada persiapan menghadapi lawan-lawan berat di fase grup.
Situasi unik ini menambah warna tersendiri dalam dinamika jelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara sekaligus, sekaligus memunculkan banyak perbincangan di kalangan penggemar sepak bola dunia.(jpg)
Page: 1 2
Juni 2026 diperkirakan menjadi bulan yang penuh harapan bagi sebagian pemilik shio. Dalam berbagai prediksi…
Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko telah resmi memainkan laga…
Komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam membangun tata kelola layanan kesehatan yang transparan dan akuntabel mendapat…
Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa, masyarakat sipil, hingga pengemudi ojek online di Jalan Jenderal Sudirman,…
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani memberikan klarifikasi terkait isu yang…
Pengakuan selebgram Uffri Datun Nitami bahwa ia beberapa kali mendapat kekerasan fisik dari suaminya aktor…