Ia mengatakan, “Kami suka berhomebase di Meksiko, orang-orangnya terbaik. Dan saya sudah diberi tahu bahwa kartel-kartel menyukai kami,” yang langsung memancing reaksi beragam di media sosial.
Ucapan tersebut muncul di tengah kekhawatiran sebagian pihak terkait keamanan di Meksiko, yang dalam beberapa tahun terakhir memang kerap dikaitkan dengan isu kartel narkoba.
Meski begitu, otoritas sepak bola dan penyelenggara Piala Dunia menegaskan bahwa semua lokasi resmi akan berada di bawah pengamanan ketat demi menjamin keselamatan tim peserta.
Hingga kini, keputusan Iran untuk menjadikan Meksiko sebagai basecamp tetap berjalan sesuai rencana.
Sementara itu, fokus utama tim tetap tertuju pada persiapan menghadapi lawan-lawan berat di fase grup.
Situasi unik ini menambah warna tersendiri dalam dinamika jelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara sekaligus, sekaligus memunculkan banyak perbincangan di kalangan penggemar sepak bola dunia.(jpg)
Page: 1 2
Kasus penangkapan dugaan tersangka narkoba berinisial Dhea di rumah pengacara Rahmadi G Lentam terus berlanjut.…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU Pertamina yang berlangsung pada periode 2018…
Nama penjaga gawang Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata mendapatkan sorotan usai kekalahan telak dari Vietnam.
Pembukaan Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-24 Kabupaten Murung Raya (Mura) yang digelar…
Seorang perempuan mengamuk sambil membawa parang di sebuah barak di Jalan Kerinci, Palangka Raya.
Kebakaran lahan di Jalan Hiu Putih XXI, Palangka Raya, merembet ke bangunan sarang walet milik…