
Mantan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangka Raya tahun 2016–2017, Krismes Santo Haloho. (FOTO : IST)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Alumni yang sekaligus mantan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR) tahun 2016–2017, Krismes Santo Haloho menyoroti polemik seleksi calon rektor UPR periode 2026-2030 yang saat ini sedang berlangsung.
Seleksi tersebut dinilai perlu adanya evaluasi terhadap tata kelola administrasi dan kepemimpinan di kampus terbesar di Kalimantan Tengah (Kalteng) ini.
Menurutnya, sebagai lulusan, mereka punya tanggung jawab moral untuk ikut menjaga arah dan masa depan kampus.
“Pemilihan pemimpin kampus merupakan isu publik yang layak mendapatkan pengawasan dan masukan dari berbagai pihak. Kampus bukan hanya milik sivitas akademika, tetapi juga menjadi aset masyarakat Kalteng sebagai wadah penggemblengan kaum intelektual,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Sebab, ia melihat perhatian masyarakat saat ini tertuju pada proses pemilihan calon Rektor UPR yang baru. Dari delapan orang yang mendaftar dan diperiksa berkasnya, hanya empat orang yang dinyatakan lolos.
Hasil ini kemudian menimbulkan perdebatan karena adanya perbedaan pemahaman tentang syarat “pengalaman memimpin” yang dibuat oleh panitia.
KPK memastikan tidak akan mengambil alih penanganan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang…
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, akan melakoni beberapa agenda penting, salah satunya yaitu FIFA ASEAN…
Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) melalui rapat koordinasi yang digelar secara hybrid pada hari Rabu…
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Guru Republik Indonesia…
KPK menggeledah Kantor Imigrasi Denpasar dan dua perusahaan jasa visa di Bali terkait kasus dugaan…
Langkah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam menyita area perkebunan kelapa sawit PT…