“Sudah sadar setelah operasi, tetapi masih trauma. Dengar suara sedikit saja langsung teriak,” ujarnya.
Ia mengaku sempat menjenguk korban saat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah sebelum dirujuk ke rumah sakit yang berbeda. Namun setelah dipindahkan ke Rumah Sakit TNI, warga sudah tidak lagi diperkenankan untuk menjenguk H oleh pihak rumah sakit.
“Saya sempat menjenguk waktu masih di Muhammadiyah. Setelah dirujuk ke RS TNI, kami belum diizinkan masuk untuk menjenguk,” katanya.
Tetangga korban ini juga menuturkan bahwa hingga kini belum diketahui kapan H dapat kembali ke rumah karena masih membutuhkan waktu pemulihan.
“Belum tahu kapan pulang. Masih perlu waktu pemulihan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat kejadian korban dan putranya sedang beristirahat di rumah. Sebelumnya, AW disebut sempat mengalami kelelahan setelah menghadiri acara pernikahan pada hari sebelumnya.
Menurut informasi yang diketahuinya, terduga pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mendobrak pintu saat penghuni rumah sedang tidur. Warga baru mengetahui kejadian tersebut setelah korban berlari keluar rumah dalam kondisi terluka akibat serangan senjata tajam.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke 24 Kabupaten Murung Raya yang…
PBMI menggelar Sertifikasi Nasional bagi 80 pelatih, wasit, dan juri Muaythai sebagai upaya membangun SDM…
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Madura saat mengangkut sekitar 250 penumpang. Tim SAR…
PT PLN (Persero) bergerak cepat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang…
Bali resmi menjadi tuan rumah semifinal dan final Piala Presiden 2026 setelah Ketua Steering Committee…
Kadin Kalteng menilai kebijakan rasionalisasi BUMN menjadi momentum memperkuat peran swasta, mendorong UMKM, dan menciptakan…