Hingga kini, belum ada laporan resmi dari aparat penegak hukum terkait tindakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, baik dari kalangan korporasi maupun perorangan.
Meski demikian, patroli terpadu dan sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar akan terus ditingkatkan untuk menekan munculnya titik api baru.
Ahmad Toyib mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun agar petugas dapat melakukan penanganan sejak dini.
“Pengendalian karhutla menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis risiko meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan selama musim kemarau tahun ini,” tegasnya.
Melalui penguatan sinergi lintas sektor tersebut, BPB-PK Kalteng berharap potensi kebakaran lahan dapat ditekan sehingga bencana kabut asap tidak kembali terjadi. Langkah ini juga diharapkan mampu menjaga kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi selama musim kemarau. (hms/nue/kpg)
Page: 1 2
Paparan abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi berpeluang menimbulkan kerusakan pada kendaraan kalau tidak ditangani…
Erupsi Gunung Anak Krakatau melepaskan abu vulkanik yang menjadi alasan serius bagi bandara untuk ditutup…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus melakukan pemeriksaan saksi, usut Dugaan Koripsi Dana Hibah…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mempercepat proses penyidikan perkara dugaan penyimpangan penggunaan dana…
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, mengapresiasi capaian Pemerintah Kota…
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada terganggunya operasional Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya,…