Kabut asap akibat karhutla kian pekat di Palangka Raya. Pemko tengah mengkaji peningkatan status menjadi tanggap darurat sambil memperkuat upaya penanganan dan pencegahan.
Salah satunya melalui keberadaan sekat kanal yang masih dinilai efektif memperlambat penyebaran api di sejumlah kawasan, seperti Taruna, Palangka Raya, Hiu Putih, hingga Petuk Timpun.
“Kalau tidak ada kanal, penyebaran api kemungkinan akan jauh lebih cepat dan lebih luas. Karena itu, keberadaan kanal masih sangat membantu dalam mengendalikan kebakaran,” jelas Fairid.
Di sisi lain, pemerintah memastikan ketersediaan anggaran tidak menjadi kendala dalam penanganan karhutla.
Saat ini kebutuhan operasional masih dipenuhi melalui anggaran yang tersedia pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPBD Kota Palangka Raya, sementara Belanja Tidak Terduga (BTT) telah disiapkan apabila kondisi semakin memburuk.
“Jika situasinya berkembang dan status penanganan meningkat, kami sudah menyiapkan pembiayaan melalui Belanja Tidak Terduga sehingga seluruh langkah penanganan dapat tetap berjalan secara maksimal,” pungkasnya. (adr)
Page: 1 2
AKBP Joko Handono resmi menyerahkan jabatan Kapolres Lamandau kepada AKBP Eko Yusmiarto.
Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) akan kembali menggelar aksi di Kantor PLN UP3 Palangka Raya…
Peringatan HUT ke-1 Majelis Dayak Tomun (MDT) menjadi momentum memperkuat gotong royong, pelestarian adat, dan…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan barang bukti uang tunai lebih dari Rp 2 miliar, dalam…
Kelangkaan BBM yang membuat harga Pertalite sempat mencapai Rp20 ribu per liter mendorong Pemkab Lamandau…
Kebakaran di Jalan RA Kartini, Palangka Raya, menghanguskan ruko, warung, dan delapan kamar kos dengan…