Terkait potensi peralihan pengguna dari Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga yang semakin besar, Pemko Palangka Raya menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
“Nanti akan kami komunikasikan dengan Pertamina. Kami akan melihat perkembangan di lapangan terlebih dahulu,” tambahnya.
Dia berharap perubahan pola konsumsi masyarakat tidak menimbulkan gangguan distribusi maupun antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Harapannya jangan sampai terjadi kelangkaan atau antrean panjang. Jika memang ada peningkatan kebutuhan Pertalite, kami akan berkoordinasi apakah kuotanya perlu ditambah,” tuturnya.
Zaini kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat mengganggu distribusi kepada konsumen lain.
“Yang terpenting masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan tidak berlebihan,” pungkasnya. (adr)
Page: 1 2
Breaking news! Gedung Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng di kompleks Kantor Gubernur terbakar. Api terlihat…
Pengawasan pemasaran susu formula menghadapi tantangan baru. Jika sebelumnya promosi produk dapat ditemui dalam bentuk sampel atau…
Ancaman krisis air bersih mulai membayangi warga Kabupaten Kotabaru. Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat ketersediaan…
DI TENGAH perkembangan teknologi dan komunikasi digital yang semakin cepat, cara masyarakat menggunakan bahasa juga…
Kabar baik bagi para penggemar Nintendo di Indonesia. Nintendo memastikan konsol Nintendo Switch dan generasi…
Ban merupakan satu-satunya komponen mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Artinya, sebaik apa pun…