Terkait potensi peralihan pengguna dari Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga yang semakin besar, Pemko Palangka Raya menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
“Nanti akan kami komunikasikan dengan Pertamina. Kami akan melihat perkembangan di lapangan terlebih dahulu,” tambahnya.
Dia berharap perubahan pola konsumsi masyarakat tidak menimbulkan gangguan distribusi maupun antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Harapannya jangan sampai terjadi kelangkaan atau antrean panjang. Jika memang ada peningkatan kebutuhan Pertalite, kami akan berkoordinasi apakah kuotanya perlu ditambah,” tuturnya.
Zaini kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat mengganggu distribusi kepada konsumen lain.
“Yang terpenting masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan tidak berlebihan,” pungkasnya. (adr)
Page: 1 2
Proses verifikasi administrasi pemilihan Rektor UPR periode 2026-2030 telah rampung. Empat bakal calon dinyatakan lolos…
Timnas Iran kembali menjadi sorotan menjelang Piala Dunia 2026 setelah kabar bahwa mereka akan menjadikan…
PT Pertamina (Persero), buka suara terkait dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax…
Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu mengapresiasi langkah Pemerintah Kota…
Banyak kebiasaan sehari-hari yang tampak tidak berbahaya ternyata secara psikologi memiliki dampak nyata pada kesehatan…
Bukan soal mubazir atau apalah, namun kulit buah ini sebaiknya jangan dibuang. Ini berkaitan dengan kandungan nutrisinya.