Categories: Opini

Di Tengah Asap dan Perlambatan, Ekonomi Kalteng Perlu Mesin Pertumbuhan Baru

Pertumbuhan ekonomi sebesar 3,53 persen memang masih menunjukkan arah yang positif.

Namun angka tersebut juga memberikan pesan bahwa Kalteng tidak bisa terusmengandalkan pola pembangunan lama.

Saatnya daerah ini bergerak dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomiberbasis nilai tambah, inovasi, dan keberlanjutan.

Dengan langkah tersebut, Kalteng tidak hanya menjadi penghasil sumber daya alam, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh dan berdaya saing.

*)Penulis adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (FEB UPR)

 

 

Page: 1 2 3 4

M Hafidz

Recent Posts

BRI Peduli Salurkan 7.500 Masker dan 1.000 Pack Vitamin untuk Warga Terdampak Karhutla

BRI Peduli menyalurkan 7.500 masker dan 1.000 pack vitamin melalui Posko UPR untuk membantu masyarakat…

4 hours ago

Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Menang Harga Mati untuk Garuda Muda!

Timnas Indonesia U-20 diprediksi menurunkan kekuatan terbaik saat menghadapi Laos U-20 pada matchday kedua Grup…

4 hours ago

Serangan Israel Sehari Terakhir: Tujuh Warga Palestina Tewas, 31 Terluka

Tujuh warga Palestina tewas dan 31 lainnya terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza dalam…

4 hours ago

Pertumbuhan 6 Persen: Saatnya Kalimantan Tengah Menjadi Mesin Pertumbuhan

Target pertumbuhan ekonomi nasional 6 persen pada 2027 menjadi momentum bagi Kalimantan Tengah untuk meningkatkan…

4 hours ago

Distanik Murung Raya Dorong Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) terus mengambil langkah strategis dalam…

4 hours ago

Berpelukan di Tengah Bara Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan di Sampit

Induk dan anak orangutan ditemukan bertahan di atas pohon di tengah lahan gambut bekas karhutla…

4 hours ago