Categories: Opini

Ketika Upah Outsourcing di Instansi Pemerintah Masih di Bawah UMR

Karena itu, reformasi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan pemerintah menjadi kebutuhan yang mendesak.

Penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) harus memperhitungkan secara realistis komponen upah minimum, tunjangan, jaminan sosial, dan hak-hak normatif lainnya.

Kontrak kerja sama juga perlu memuat klausul yang secara tegas mewajibkan perusahaan penyedia jasa membayar pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pengawasan harus diperkuat. Instansi pengguna jasa tidak cukup hanya memastikan pekerjaan selesai sesuai kontrak, tetapi juga perlu memastikan bahwa hak-hak pekerja benar-benar dipenuhi.

Transparansi pembayaran upah dan kepesertaan jaminan sosial harus menjadi bagian dari evaluasi kinerja penyedia jasa.

Pemerintah daerah juga perlu melakukan audit kepatuhan ketenagakerjaan terhadap seluruh kontrak outsourcing yang dibiayai oleh anggaran publik.

Dana yang berasal dari pajak masyarakat seharusnya tidak digunakan untuk membiayai praktik kerja yang mengabaikan standar perlindungan tenaga kerja.

Pada akhirnya, persoalan upah outsourcing di instansi pemerintah bukan hanya masalah administrasi pengadaan barang dan jasa.

Ini adalah persoalan komitmen terhadap keadilan sosial. Jika pemerintah ingin menjadi teladan dalam penegakan hukum ketenagakerjaan, maka kepatuhan terhadap UMR harus dimulai dari lingkungan pemerintah itu sendiri.

Tidak ada alasan bagi institusi yang menetapkan aturan untuk mengabaikan aturan tersebut. Ketika pekerja outsourcing yang membantu menjalankan pelayanan publik masih menerima upah di bawah standar minimum, maka cita-cita menghadirkan negara yang adil bagi seluruh pekerja masih belum sepenuhnya terwujud.

Sudah saatnya pemerintah memastikan bahwa setiap pekerja di lingkungan instansinya memperoleh hak yang layak, sesuai martabat kerja dan amanat konstitusi.

*)Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya dan Ketua Dewan  Pengarah ISEI Cabang Palangka Raya untuk Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Page: 1 2 3

M Hafidz

Recent Posts

DPRD Barito Utara Hadiri Rakorwil ADKASI di Banjarmasin

DPRD Barito Utara Hadiri Rakorwil ADKASI di Banjarmasin

Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Barito Utara menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Asosiasi Dewan Perwakilan…

5 hours ago

Kejari Barsel Pulihkan Kerugian Negara Rp407,7 Juta dalam Kasus Korupsi KONI

Kejari Barito Selatan berhasil memulihkan kerugian negara sebesar Rp407,7 juta dari perkara korupsi KONI Barsel.

5 hours ago

Palangka Raya Fair 2026 Raup Rp7,6 Miliar, DPRD: Bukti UMKM Kian Bergeliat

Palangka Raya Fair 2026 mencatat transaksi Rp7,6 miliar dan lebih dari 45 ribu pengunjung. DPRD…

5 hours ago

OPM Habisi Nyawa 3 Warga Sipil di Yahukimo, Koops TNI Habema Kejar Pelaku

Aksi kekerasan melibatkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kali…

5 hours ago

PWI Kalteng Adukan Hotman Paris ke Polda, Nilai Pernyataannya Hina Profesi Wartawan

PWI Kalimantan Tengah mengadukan pernyataan Hotman Paris Hutapea ke Polda Kalteng melalui pengaduan masyarakat (Dumas).

5 hours ago

Sah Jadi Suami Istri, Prosesi Ijab Kabul Nathalie-Aripat Berlangsung Lancar

Nathalie Holscher resmi melepas status janda usai menikah lagi bersama sang kekasih, Arief Fadli atau…

7 hours ago