Dalam konteks tersebut, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran yang lebih strategis.
Pengembangan LCT, perluasan QRIS lintas negara, penguatan pasar keuangan domestik, serta stabilitas makroekonomi harus terus berjalan secara simultan.
Dengan langkah yang konsisten, rupiah tidak hanya menjadi simbol kedaulatan negara, tetapi juga instrumen strategis yang memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global abad ke-21.
Di tengah pergeseran pusat-pusat kekuatan ekonomi dunia, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengikut perubahan.
Saatnya rupiah tampil lebih percaya diri sebagai bagian dari fondasi ekonomi nasional yang tangguh, modern, dan semakin berpengaruh di tingkat global.
*)Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya dan Ketua Dewan Pengarah ISEI Cabang Palangka Raya untuk Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Wilayah Kabupaten Murung Raya dalam beberapa waktu terakhir kerap mengalami pemadaman listrik secara bergantian di…
Polda Kalteng telah mengamankan satu terduga pelaku penyerangan polisi di Katingan dan masih memburu pelaku…
DPRD Kota Palangka Raya meminta Pemko memperketat pendataan dan pengelolaan aset daerah untuk mencegah kehilangan…
Kepengurusan inti DPD PAN Kota Palangka Raya telah rampung dan tinggal menunggu jadwal pelantikan dari…
Kapolda Kalteng bersama Gubernur melayat ke rumah duka Yudhi dan menyampaikan amanat Kapolri, sementara pencarian…
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo meninjau Shrimp Estate Sukamara yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi pesisir…