Categories: Opini

Ketika Ekonomi Tumbuh, Pekerjaan Tak Bertambah

Dari Pertumbuhan Menuju Pekerjaan (Employment-Oriented Growth)

Kebijakan pembangunan perlu segera menggeser orientasi dari sekadar growth-oriented menuju employment-oriented growth.

Pertama, investasi harus diarahkan tidak hanya pada besarnya modal yang masuk, tetapi juga pada kemampuannya menciptakan pekerjaan dan membangun rantai pasok lokal.

Kedua, hilirisasi harus diperkuat. Kelapa sawit, misalnya, tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah atau CPO, melainkan wajib dikembangkan menjadi industri makanan, oleokimia, biodiesel, dan berbagai produk turunannya.

Ketiga, UMKM perlu ditempatkan sebagai bagian inti dari strategi penciptaan lapangan kerja. Digitalisasi harus digunakan untuk memperluas pasar dan meningkatkan produktivitas, bukan sekadar mengubah cara transaksi.

Keempat, pendidikan dan pelatihan kerja harus disesuaikan secara presisi dengan kebutuhan industri. Pertumbuhan ekonomi tanpa tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai pasar hanya akan menghasilkan skill mismatch.

Kelima, pemerintah perlu mengukur keberhasilan pembangunan dengan indikator yang lebih luas: pertumbuhan ekonomi, produktivitas, penciptaan pekerjaan, kualitas pekerjaan, tingkat pendapatan, penurunan kemiskinan, serta penekanan ketimpangan.

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir pembangunan. Pertumbuhan hanyalah instrumen.

Ukuran yang jauh lebih penting adalah apakah pertumbuhan tersebut mampu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja, memperoleh pendapatan yang layak, meningkatkan kualitas hidup, dan keluar dari kemiskinan.

Indonesia—khususnya Kalimantan Tengah—tidak cukup hanya mengejar ekonomi yang tumbuh. Kita membutuhkan ekonomi yang tumbuh sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Sebab bagi masyarakat, pertanyaan mendasar dalam pembangunan bukan hanya “berapa persen ekonomi tumbuh?”, melainkan “berapa banyak kehidupan yang menjadi lebih baik karena pertumbuhan itu?”

*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya dan Ketua Dewan Penasihat ISEI Cabang Palangka Raya untuk Provinsi Kalimantan Tengah

Page: 1 2 3 4

M Hafidz

Recent Posts

3 Kebakaran Landa Palangka Raya 4 Jam Berturut-turut: Dua di Menteng, Satu di Bukit Tunggal

3 Kebakaran Landa Palangka Raya 4 Jam Berturut-turut: Dua di Menteng, Satu di Bukit Tunggal

Sabtu (3/10/2026) menjadi hari yang sangat sibuk bagi jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat)…

23 hours ago

Dijuluki El Manuk usai Quintrick, Mitchell Baker Masuk Buku Rekor Timnas Indonesia

Mitchell Baker mencetak lima gol saat Timnas Indonesia menghajar Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora…

23 hours ago

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Korporasi sebagai Tersangka Kasus Karhutla

Bareskrim Polri menetapkan 4 korporasi menjadi tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keempat tersangka…

24 hours ago

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Kini Sudah Ditahan

Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri menetapkan nakhoda KM…

1 day ago

Kabut Asap Pekat, 12 Jadwal Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Batal

Sebanyak 12 jadwal penerbangan di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, terpaksa dibatalkan sepanjang periode…

1 day ago

ISPA Tembus 10.240 Kasus Selama Musim Asap Akibat Karhutla di Palangka Raya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 10.240 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)…

1 day ago