Data tersebut menunjukkan bahwa sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar tetap memiliki peran vital dalam struktur ketenagakerjaan nasional.
Pelajaran dari Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah memberikan contoh yang menarik. Ekonomi provinsi ini tumbuh 4,80 persen pada 2025.
Namun, struktur ketenagakerjaannya menunjukkan bahwa sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yakni sekitar 468 ribu pekerja.
Sektor perdagangan, hotel, dan restoran menyerap sekitar 317 ribu pekerja, sedangkan pertambangan dan penggalian menyerap sekitar 152 ribu pekerja.
Persoalannya bukan apakah pertambangan, perkebunan, atau industri memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan.
Persoalannya adalah seberapa besar nilai tambah dari sektor-sektor tersebut dalam menciptakan mata rantai ekonomi dan kesempatan kerja di daerah.
Sektor berbasis sumber daya alam dapat menghasilkan nilai ekonomi yang sangat besar.
Namun, apabila kegiatan produksi lebih banyak menggunakan modal dan teknologi tinggi, penciptaan pekerjaan secara langsung menjadi relatif terbatas.
Because of that, tantangan Kalimantan Tengah bukan sekadar meningkatkan pertumbuhan ekonomi, melainkan mengubah pertumbuhan tersebut menjadi kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
IPMK Palangka Raya menggelar Malam Keakraban 2026 sebagai ajang konsolidasi dan wadah mempererat solidaritas antar-mahasiswa…
Komisi IV DPRD Kalteng meminta Pemprov Kalteng mengambil alih penataan kawasan Bundaran KB Sampit pada…
Polda Kalteng mengimbau para pengendara yang melintas di Jalan Desa Tanjung Taruna, Pulang Pisau, untuk…
Tim BPK Kamboja menerjunkan personel ke kawasan rumah kos Jalan Karet Palangka Raya usai ditemukannya…
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau SMAN 1 Cempaga Kotim pascakebakaran dan memastikan pembangunan kembali gedung…
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin serah terima jabatan (sertijab) 27 perwira tinggi Polri di…