Categories: Nasional

Pakar Soroti Penggeledahan Rumah Jampidsus, Minta Polri Yakinkan Publik

PROKALTENG.CO – Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menyoroti penggeledahan rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh Kortas Tipidkor Polri. Ia meminta Polri mampu meyakinkan publik bahwa langkah tersebut murni bagian dari penegakan hukum, bukan didorong kepentingan lain.

Dia mengasumsikan penggeledahan yang dilakukan Kortas Tipidkor di sejumlah titik, termasuk di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, murni operasi penegakan hukum.

”Terpukau oleh kerja Kortas Tipidkor, saya cek situs resmi https://tipidkorpolri.info/ Mengejutkan, kerja mutakhir Kortas dalam pemberantasan korupsi adalah pada Oktober 2025,” papar Reza Indragiri Amriel.

Dia bertanya-tanya, ketika KPK dan Kejagung beruntun melakukan pengungkapan kasus-kasus raksasa, mengapa Polri lewat Kortas Tipidkornya justru cenderung sunyi.

Data-data di situs itu menunjukan bahwa pengungkapan-pengungkapan yang dilakukan Kortas skalanya jauh di bawah kasus-kasus tipikor KPK dan Kejagung.

Menurut dia, ketika dikabarkan bahwa temuan penyergapan Kortas beberapa hari lalu merupakan alasan mengapa Jampidsus dibuntuti, setidaknya sejak Mei 2024.

Tapi kenapa baru dibongkar dua tahun kemudian. Padahal, salah satu kunci detterence effect adalah kecepatan kerja.

”Apakah Jampidsus adalah satu-satunya target operasi kelas kakap oleh Kortas. Kortas tebang pilih atau memang tak mampu memburu pelaku korupsi dari kalangan elite,” tandas Reza  Indragiri Amariel.

”Apakah operasi penyergapan oleh Kortas merupakan bentuk satir retributive justice. Yakni, mata balas mata, sakit balas sakit. Artinya, karena Kejagung membongkar kasus-kasus korupsi yang melibatkan petinggi Polri, maka Polri harus melakukan hal yang sama terhadap petinggi Kejagung,” lanjut Reza.

Pada titik itu, menurut dia, menjadi relevan penilaian sebagian kalangan bahwa kerja Kortas Tipidkor boleh jadi tidak semata-mata untuk kepastian hukum, melainkan juga merupakan contoh Strategic Model dalam penegakan hukum.

Dia menjelaskan, aslinya istilah Strategic Model ada pada ranah yudisial. Tapi substansinya dapat diterapkan pada konteks kerja kepolisian. Yakni, kerja penegakan hukum diselenggarakan untuk tujuan di luar hukum.

Page: 1 2

M Hafidz

Recent Posts

KPK Apresiasi Kinerja Kotim! Nilai Integritas Meningkat, Pelayanan Publik dan Pengelolaan Aset Daerah Perlu Dibenahi

Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih mulai membuahkan…

1 hour ago

MPLS Langkah Awal Membangun Karakter, Menanamkan Disiplin, Menumbuhkan Semangat Belajar dan Rasa Percaya Diri

Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati. Secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun…

1 hour ago

Hasil Investigasi Disdamkarmat: Sumber Api Diduga dari Sambungan Listrik Pompa Air di Belakang Rumah

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya. Mengungkap hasil investigasi kebakaran hebat yang…

2 hours ago

DPP PAN Resmi Sahkan Kepengurusan DPD PAN Kota Palangka Raya Periode 2024–2029

DPP PAN resmi mengesahkan kepengurusan DPD PAN Kota Palangka Raya periode 2024–2029 dan mulai mempersiapkan…

2 hours ago

DPRD Nilai Pesona Sabangau Fest 2026 Strategis Dongkrak Wisata dan UMKM

DPRD Kota Palangka Raya menilai Pesona Sabangau Fest 2026 menjadi momentum memperkuat promosi wisata, UMKM,…

2 hours ago

Dukcapil Jemput Bola, Bantu Warga Korban Kebakaran Murjani yang Kehilangan Dokumen Kependudukan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Palangka Raya membuka layanan jemput bola untuk membantu…

4 hours ago