Categories: Nasional

Lunasi Kontribusi, Prototipe Jet Tempur KF-21 Boramae Segera Tiba di Indonesia

Prototipe Digunakan untuk Uji Verifikasi

Berdasarkan kesepakatan terbaru antara kedua negara, Indonesia akan menerima satu unit prototipe KF-21 berkursi tunggal yang sebelumnya digunakan untuk berbagai uji verifikasi.

Pesawat tersebut telah menjalani sejumlah pengujian penting, termasuk pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling), evaluasi sistem avionik, hingga pengujian performa terbang.

Nilai keseluruhan penyerahan prototipe diperkirakan mencapai sekitar 600 miliar won atau setara lebih dari Rp7 triliun. Nilai tersebut mencakup harga pesawat sekitar 350 miliar won beserta komponen biaya pengembangan lainnya.

Jet Tempur Generasi 4,5 Andalan Korea Selatan

KF-21 Boramae merupakan pesawat tempur multirole generasi 4,5 yang dikembangkan Korea Aerospace Industries (KAI) bersama Defense Acquisition Program Administration (DAPA).

Jet ini dirancang untuk menggantikan armada F-4 Phantom dan F-5 Tiger milik Angkatan Udara Korea Selatan.

Secara teknis, KF-21 memiliki sejumlah kemampuan unggulan, antara lain:

Kecepatan maksimum sekitar Mach 1,8.

Dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA).

Mampu membawa berbagai jenis rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan.

Memiliki kemampuan peperangan elektronik modern.

Dirancang dengan karakteristik low observable untuk mengurangi deteksi radar musuh.

Walaupun belum sepenuhnya masuk kategori pesawat tempur siluman generasi kelima, KF-21 dipandang sebagai salah satu platform tempur paling modern di Asia saat ini.

Transfer Teknologi Jadi Nilai Strategis

Cecep menegaskan, nilai utama kerja sama Indonesia-Korea Selatan bukan hanya terletak pada kepemilikan pesawat tempur baru, melainkan transfer pengetahuan yang dapat memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional.

Menurutnya, Korea Selatan berhasil membangun industri pertahanan modern melalui proses panjang pembelajaran teknologi dari negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat.

Kini, pengalaman tersebut menjadi modal penting yang dapat dibagikan kepada Indonesia.

“Korea Selatan tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia untuk mengoperasikan dan mengelola sistem pertahanan modern,” ujarnya.

Page: 1 2 3

Hendry Priyatmoko

Recent Posts

Komisi III DPRD Palangka Raya Soroti Kerusakan Fasilitas Dua Sekolah

Komisi III DPRD Palangka Raya menyoroti kerusakan fasilitas di dua sekolah, mulai dari MCK hingga…

3 hours ago

Sakit, Mantan Kadis ESDM Mangkir di Sidang Perdana Perkara Korupsi Zirkon Kalteng

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Palangka Raya akhirnya menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi…

3 hours ago

Penyidikan Korupsi Dana Hibah KPU Kotim Berlanjut, Tersangka Baru Masih Berpeluang

Kejati Kalteng terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi dana hibah Pilkada KPU Kotim. Selain mendalami peran…

3 hours ago

Pelaku Karhutla Terancam Hukuman Lebih Berat, Kejati Kalteng Beri Peringatan

Kejati Kalteng mengingatkan pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat hukuman lebih berat. Langkah tersebut…

3 hours ago

Baterai Laptop Mengembung Diduga Picu Kebakaran Rumah di Palangka Raya

Baterai laptop yang mengembung diduga memicu kebakaran rumah di Palangka Raya. Api berhasil dipadamkan sebelum…

3 hours ago

Ombudsman RI Mulai Penilaian Pelayanan Publik di Kalteng, Fokus Tiga Indikator

Ombudsman RI mulai menilai pelayanan publik di Kalteng dengan fokus pada kepatuhan, kepuasan masyarakat, dan…

3 hours ago