Dampak Ekonomi Mulai Dirasakan Warga Amerika
Salah satu faktor yang memicu meningkatnya penolakan adalah dampak ekonomi dari konflik yang berkepanjangan. Sejak AS bergabung dengan Israel dalam serangan terhadap Iran pada 28 Februari, harga bahan bakar di Amerika mengalami kenaikan yang turut mendorong tekanan inflasi.
Gangguan yang terjadi di Selat Hormuz menjadi penyebab utama. Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi dunia, termasuk minyak, gas alam, dan berbagai produk turunannya.
Iran beberapa kali berhasil mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan tersebut, memicu kekhawatiran pasar global dan berdampak langsung terhadap harga energi.
Ketua DPR AS Mike Johnson mengakui bahwa pemerintahan Trump sedang berupaya mencari solusi untuk membuka kembali jalur perdagangan tersebut.
“Kami sedang mengerjakan bagian terakhir itu. Seluruh dunia memiliki kepentingan agar Selat Hormuz dibuka kembali untuk perdagangan. Itulah yang sedang dia kerjakan,” kata Johnson.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari delapan fakultas Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar mimbar bebas…
Komisi III DPRD Kota Palangka Raya menemukan sejumlah kerusakan fasilitas saat meninjau SDN 2 Petuk…
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, menyambut baik imbauan Dinas Transmigrasi dan Tenaga…
PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pontianak menggandeng pelajar untuk mencegah gangguan listrik akibat permainan…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan…
Persija Jakarta membidik kemenangan saat menghadapi Arema FC dalam perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2026.