Ia mengatakan bahwa kesempatan ini masih terbuka lebar bagi siapa saja. Pihak rumah sakit dan pemerintah daerah tidak membatasi manfaat program ini hanya untuk warga lokal.
“Bagi masyarakat Kabupaten Lamandau, maupun yang berada di luar daerah, masih ada kesempatan untuk mendaftarkan anak atau kerabatnya mengikuti program ini. Kami ingin menjangkau sebanyak mungkin anak-anak yang membutuhkan,” katanya.
Bagi para orang tua yang mengantre, hari-hari ini bukan sekadar tentang prosedur medis. Ini adalah tentang masa depan anak-anak mereka tentang keberanian yang sempat surut, dan tentang tawa tanpa beban yang selama ini mereka impikan.
Waktu tiga hari yang disediakan pihak rumah sakit diharapkan mampu menjaring lebih banyak “senyum baru” yang lahir dari Bumi Bahaum Bakuba. Bagi Anda atau kerabat yang membutuhkan, pintu RSUD Gusti Abdul Ghani masih terbuka terbuka lebar hingga dua hari ke depan. (*)
Page: 1 2
Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan investasi di pasar…
Kasus penangkapan dugaan tersangka narkoba berinisial Dhea di rumah pengacara Rahmadi G Lentam terus berlanjut.…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU Pertamina yang berlangsung pada periode 2018…
Nama penjaga gawang Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata mendapatkan sorotan usai kekalahan telak dari Vietnam.
Pembukaan Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-24 Kabupaten Murung Raya (Mura) yang digelar…
Seorang perempuan mengamuk sambil membawa parang di sebuah barak di Jalan Kerinci, Palangka Raya.