Secara teknis, mantan wakil bupati Kapuas tersebut juga menjelaskan bahwa kelayakan infrastruktur air sudah diuji sejak lama. Berdasarkan penelitian yang ada, kedalaman Sungai Kapuas yang ditembus melalui jalur Marabahan dinilai layak untuk dilintasi tongkang bermuatan hasil tambang menuju Pelabuhan Batanjung.
Terkait progres infrastruktur darat, Pemprov Kalteng telah mulai membuka badan jalan. Dari total perencanaan sepanjang kurang lebih 57 kilometer jalan akses menuju pelabuhan, sekitar 21 meter telah berhasil dikerjakan dan sebagian besar lahannya sudah dibebaskan.
Meski demikian, penyelesaian proyek ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
“Ini kan dilematis, pelabuhan harus siap, jalan pun harus siap secara bersamaan untuk akses angkut barang. Karena itu, sangat dibutuhkan dukungan simultan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR,” tegasnya.
Tantangan terberat saat ini, menurut Muhajirin, terletak pada strategi lobi anggaran dan kebijakan di tingkat pusat.
Satlantas Polresta Palangka Raya kembali mengingatkan masyarakat agar menghindari kebiasaan berbahaya saat berkendara.
Kabar baik bagi warga Kota Palangka Raya. Pemadaman listrik bergilir ditargetkan berakhir mulai 5 Agustus…
PLN UID Kalselteng mengungkap pemadaman listrik bergilir di Kalteng dipicu gangguan pada tiga unit pembangkit…
PLN UID Kalselteng menargetkan pemadaman listrik bergilir di Kalteng berakhir pada 5 Agustus 2026 setelah…
Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya mengapresiasi kinerja tim gabungan dalam penanganan…
Sidang perkara narkotika di PN Nanga Bulik mengungkap terdakwa diduga menjadi kurir sabu seberat 198,44…