“Jika swakelola gagal di akhir tahun, dananya tidak akan mengucur dan akan ditarik kembali oleh pemerintah pusat,” ingatnya.
Penarikan kembali dana bantuan tersebut dinilai akan menjadi kerugian yang sangat besar bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Ini harus disosialisasikan secara terbuka dan transparan di sekolah agar tidak menjadi masalah di kemudian hari,” pungkas Sugiyarto. (her)
DPRD Kota Palangka Raya segera memasuki pembahasan APBD Perubahan 2026 sebagai bagian dari fungsi penganggaran…
DPMPTSP Kota Palangka Raya menerima pengaduan masyarakat terkait dugaan gangguan ketertiban yang ditimbulkan aktivitas kafe…
Kebakaran yang melanda sebuah bengkel di Jalan Garuda, Palangka Raya, diduga dipicu api dari pembakaran…
Sate biasanya identik dengan proses pembakaran yang menghasilkan aroma khas dan cita rasa smokey. Namun,…
Psikologi modern menjelaskan bahwa ada tujuh jenis istirahat yang dibutuhkan tubuh dan pikiran untuk benar-benar…
Pemerintah mulai mengkaji kemungkinan perubahan sasaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).