Categories: Lifestyle

Sering Dikira Lemah, Menangis saat Krisis Ternyata Ini Faktanya

PROKALTENG.CO-Budaya populer kerap keliru menggambarkan sosok yang kuat secara emosional sebagai pribadi yang dingin, pendiam, dan selalu menatap kosong tanpa ekspresi saat krisis melanda.

Sebaliknya, mereka yang meneteskan air mata atau mengekspresikan tekanan emosional langsung dicap ringkih dan kesulitan mengatasi masalah hidup.

Nyatanya, kekuatan emosional yang sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketabahan sesaat di depan publik, melainkan sebuah kapasitas psikologis yang hanya bisa diukur dari waktu ke waktu.

Seseorang yang memiliki kekuatan emosional tinggi mampu mengelola tekanan hidup sehari-hari dengan efektif dan pulih jauh lebih cepat dari tantangan maupun krisis yang muncul.

Bukan dilihat dari cara mereka menahan tangis pada detik pertama menerima kabar buruk. Dikutip dari Your Tango, berikut adalah tujuh ciri langka yang membuktikan ketabahan batin seseorang yang sesungguhnya.

1. Ketahanan Diri yang Solid (Resilience)

Orang dengan mental baja tidak akan mudah putus asa atau menyerah saat dihadapkan pada kemunduran hidup yang mengecewakan.

Mereka memiliki kemampuan adaptasi psikologis yang kuat untuk pulih lebih cepat dari luka emosional akibat kegagalan maupun penolakan sosial.

Sebuah kajian literatur ilmiah pada tahun 2019 menyimpulkan bahwa ketahanan diri melibatkan interaksi kompleks dari berbagai faktor emosional.

Faktor-faktor tersebut meliputi kemampuan mengatur emosi negatif, mempertahankan pandangan positif, memanfaatkan rasa optimisme, dan menggunakan mekanisme penanggulangan (coping mechanism) secara efektif demi kesejahteraan mental.

2. Kemampuan Beradaptasi dengan Perubahan

Kekuatan emosional seseorang sangat terikat dengan seberapa luwes mereka dalam merespons perubahan keadaan yang mendadak. Individu yang fleksibel cenderung mengalami tingkat stres yang jauh lebih rendah dan memiliki kepuasan hidup yang lebih tinggi.

Hal ini diperkuat oleh studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry. Riset tersebut menemukan korelasi positif yang kuat antara kemampuan adaptasi yang tinggi dengan peningkatan harga diri, kepuasan hidup, serta penurunan gejala depresi yang signifikan.

Page: 1 2 3

Hendry Priyatmoko

Share

Recent Posts

Antrean Mengular, DPRD Kalteng Menilai Distribusi BBM Harus Dikelola Secara Adil dan Merata

Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Tengah mendapat…

11 minutes ago

Karhutla Kalteng Belum Reda, Hotspot Naik Jadi 2.484 Titik

Karhutla di Kalimantan Tengah belum reda. Jumlah hotspot kembali meningkat menjadi 2.484 titik pada 10…

2 hours ago

Gubernur Agustiar Ungkap Karhutla Kalteng, 2.909 Kejadian Ditangani

Gubernur Agustiar Sabran mengungkap 2.909 kejadian Karhutla telah ditangani di Kalimantan Tengah dengan total luasan…

2 hours ago

KNPI Kalteng Disorot OKP dan Cipayung karena Absen dalam Aksi Kemanusiaan Karhutla

Di tengah ancaman karhutla dan kabut asap di Kalimantan Tengah, KNPI Kalteng mendapat sorotan dari…

14 hours ago

Kisah Inspiratif Pengusaha: Dari cHingga Omzet Toko Ratusan Juta per Bulan

DI sudut salah satu desa di kabupaten Buleleng, seorang anak kecil terbangun. Bukan oleh hangatnya sinar…

16 hours ago

Perang Melawan Karhutla, Gubernur Kalteng Tegaskan Aturan Daerah Selaras Instruksi Pusat

Langkah tegas terus diperkuat demi menyelamatkan Bumi Tambun Bungai dari ancaman api. Pemerintah Provinsi Kalimantan…

17 hours ago