Menariknya, tren olahraga yang berawal dari FOMO ini justru memberikan dampak positif. Selain meningkatkan aktivitas fisik, olahraga juga menjadi sarana membangun komunitas, memperluas pertemanan, dan menciptakan hubungan sosial yang lebih sehat.
Sejumlah ahli kesehatan menilai fenomena tersebut sebagai perkembangan yang baik. Selama dorongan untuk mengikuti tren mampu membuat seseorang lebih aktif bergerak dan mengurangi gaya hidup sedentari, maka hal tersebut dapat menjadi langkah awal menuju pola hidup yang lebih sehat.
Pada akhirnya, alasan seseorang memulai olahraga mungkin berbeda-beda. Namun, ketika aktivitas tersebut dilakukan secara konsisten, manfaat yang diperoleh tetap sama, mulai dari menjaga kebugaran tubuh hingga meningkatkan kesehatan mental.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan sosial yang sering dianggap negatif tidak selalu berdampak buruk. Di tangan Gen Z, FOMO justru bisa menjadi pemicu lahirnya kebiasaan sehat yang bermanfaat bagi tubuh dan pikiran. (nor/fir/jpg)
Page: 1 2
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya memasang 15 titik lampu penerangan jalan umum (PJU), termasuk…
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketahuan diam-diam dipindahkan dari Air Force One setelah intelijen AS…
Aksi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Jumat…
Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)…
Kamayanti mendorong Gerakan Pramuka terus memperkuat karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat, 47.991 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Juli…