Kondisi tersebut kerap memunculkan dorongan untuk mengikuti tren yang berkembang. Tidak sedikit anak muda yang rela mengeluarkan biaya lebih demi mendapatkan pengalaman yang dianggap mampu memberikan ketenangan sekaligus meningkatkan eksistensi sosial di lingkungan pergaulan maupun media sosial.
Padahal, makna healing sesungguhnya tidak sebatas rekreasi atau mengikuti tren. Aktivitas ini bertujuan membantu seseorang mengelola tekanan emosional, memahami kondisi diri, serta memulihkan energi mental setelah menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, para ahli menilai penting bagi generasi muda untuk memahami esensi healing secara lebih mendalam. Dengan pemahaman yang tepat, aktivitas tersebut tidak hanya menjadi pelarian sesaat, tetapi juga dapat mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan diri dalam jangka panjang.
Fenomena healing menunjukkan bagaimana kebutuhan psikologis dan perkembangan tren sosial saling beririsan dalam kehidupan Generasi Z. Meski demikian, manfaat yang diperoleh akan lebih optimal jika aktivitas tersebut dilakukan sesuai kebutuhan diri, bukan semata-mata untuk memenuhi ekspektasi sosial. (rin/fir/jpg)
Page: 1 2
Komisi III DPRD Palangka Raya menyoroti kerusakan fasilitas di dua sekolah, mulai dari MCK hingga…
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Palangka Raya akhirnya menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi…
Kejati Kalteng terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi dana hibah Pilkada KPU Kotim. Selain mendalami peran…
Kejati Kalteng mengingatkan pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat hukuman lebih berat. Langkah tersebut…
Baterai laptop yang mengembung diduga memicu kebakaran rumah di Palangka Raya. Api berhasil dipadamkan sebelum…
Ombudsman RI mulai menilai pelayanan publik di Kalteng dengan fokus pada kepatuhan, kepuasan masyarakat, dan…