Selain keluarga, sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat interaksi sosial secara langsung. Melalui kegiatan belajar dan pengembangan karakter, siswa perlu didorong untuk lebih banyak berdiskusi, berkolaborasi, dan berinteraksi di dunia nyata, bukan hanya melalui layar ponsel.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai bekal menghadapi era informasi saat ini. Literasi digital mencakup kemampuan menyaring informasi, mengenali sumber yang kredibel, menjaga keamanan data pribadi, serta melawan hoaks dan manipulasi informasi yang semakin marak beredar di media sosial.
Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah konkret melalui kebijakan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai yang diberlakukan setiap hari pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Program tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat digital sekaligus mengembalikan kualitas interaksi dalam keluarga.
Langkah itu dinilai sejalan dengan upaya membangun generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan bersosialisasi, empati, dan kedekatan dengan lingkungan sekitarnya. (rmt/vga/jpg)
Pemko Palangka Raya memastikan stok BBM di 11 SPBU aman dan antrean mulai berangsur normal.…
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Bupati Seruyan memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran dengan fokus pada peningkatan pelayanan…
Kejati Kalteng menetapkan lima komisioner KPU Kotim sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2024.…
Hari Jadi ke-24 Kabupaten Seruyan dijadikan momentum memperkuat kolaborasi, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat…
Distribusi SPPG Polres Lamandau sempat terhenti akibat kendala pencairan dana pusat, namun dipastikan kembali beroperasi…