Selain keluarga, sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat interaksi sosial secara langsung. Melalui kegiatan belajar dan pengembangan karakter, siswa perlu didorong untuk lebih banyak berdiskusi, berkolaborasi, dan berinteraksi di dunia nyata, bukan hanya melalui layar ponsel.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai bekal menghadapi era informasi saat ini. Literasi digital mencakup kemampuan menyaring informasi, mengenali sumber yang kredibel, menjaga keamanan data pribadi, serta melawan hoaks dan manipulasi informasi yang semakin marak beredar di media sosial.
Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil langkah konkret melalui kebijakan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai yang diberlakukan setiap hari pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Program tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat digital sekaligus mengembalikan kualitas interaksi dalam keluarga.
Langkah itu dinilai sejalan dengan upaya membangun generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan bersosialisasi, empati, dan kedekatan dengan lingkungan sekitarnya. (rmt/vga/jpg)
Pengadaan motor listrik Makan Bergizi Gratis (MBG) masih jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Terlebih,…
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh Zaki Ubaidillah menelan kekalahan di babak semifinal Australian Open…
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya yang menggelar silaturahmi…
Begadang telah menjadi kebiasaan yang semakin umum di tengah gaya hidup modern. Tuntutan pekerjaan, tugas kuliah,…
Pipit Setyorini secara resmi dipercaya oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk…
Pemerintah Kota Palangka Raya akan memperingati Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari…