
Ilustrasi anak memakai gadget untuk bermedsos.
PROKALTENG.CO-Di balik kemudahan berkomunikasi dan derasnya arus informasi, media sosial menyimpan ancaman serius bagi anak-anak.
Tidak hanya berisiko menjadi sasaran predator digital, anak yang terlalu dini terpapar media sosial juga rentan mengalami gangguan kesehatan mental hingga kehilangan kemampuan bersosialisasi secara langsung.
Peringatan itu disampaikan Pakar Komunikasi Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dra. Rachmah Ida, MComms, PhD, dalam momentum Hari Media Sosial Nasional yang diperingati setiap 10 Juni.
Menurut Prof Ida, anak-anak saat ini tumbuh di tengah derasnya arus media sosial. Sayangnya, banyak orang tua yang justru memperkenalkan dunia digital kepada anak sebelum mereka memiliki kematangan berpikir dan kemampuan memahami risiko yang ada di dalamnya.
“Anak-anak sekarang tumbuh bersama media sosial. Padahal, orang tua merupakan teladan utama yang seharusnya membentuk nilai, karakter, dan cara anak memahami lingkungan sosialnya,” ujarnya, Jumat (12/6).
Francisco Rivera dinobatkan sebagai pemain terbaik final Piala Presiden 2026 dan berhak menerima hadiah uang…
Persebaya Surabaya menjadi juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung lewat drama adu penalti…
Agustiar Sabran mendorong GP Ansor memperkuat ekonomi daerah melalui penguatan rantai pasok dan sinergi dengan…
Pencarian Smoke Patch PES 2021 Update Option File musim 2026/2027 terus meningkat seiring bergulirnya kompetisi sepak bola musim…
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menatap antusias pertandingan krusial menghadapi Singapura di laga terakhir Grup…
Menjelang pemilihan pimpinan baru, Aliansi Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) mengadakan acara bedah gagasan dan…