Uraian Desain Aerodinamis, Keunggulan Top Speed, dan Titik Lemah di Sektor Handling
Lebih mendalam, pembalap asal Indonesia ini menjabarkan bahwa performa apik Honda di tikungan cepat didorong oleh konfigurasi desain bodi yang jauh lebih aerodinamis.
Tidak hanya unggul di sektor stabilitas tikungan, Veda mengonfirmasi bahwa dalam urusan akselerasi puncak di trek lurus, pasokan mesin Honda masih memegang kendali di grid Moto3.
“Untuk di lintasan lurus juga biasanya top speed-nya Honda ini paling tinggi,” tambah pembalap yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air setelah merampungkan rangkaian balapan di Eropa tersebut.
Kendati punya modal kecepatan yang menakutkan, motor berkode NSF 250 RW ini bukan tanpa celah. Berdasarkan pengalaman empiris Veda di atas lintasan, kelemahan mendasar motor ini langsung terekspos saat dipaksa melibas tikungan dengan sudut sempit atau tajam (hairpin).
Karakteristik radius putar inilah yang membuat jalannya balapan menjadi sangat situasional; ada kalanya sebuah sirkuit sangat ramah bagi penunggang Honda, namun di layout lain justru menjadi taman bermain bagi para penunggang KTM.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), resmi menunjuk Rusdiansyah sebagai Ketua Definitif Dewan…
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Johansyah, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Murung Raya…
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menegaskan bahwa Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Asosiasi…
Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, melakukan kunjungan ke Sekolah Khusus Negeri…
Harga cabai di Lamandau sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram. Pemkab Lamandau pun memperkuat produksi…
Peluang Adhyaksa FC, menjadikan Palangka Raya sebagai markas untuk mengarungi kompetisi Super League musim depan…