Bagnaia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah ingin terlibat dalam perselisihan masa lalu antara Rossi dan Marquez. Baginya, profesionalisme di atas motor dan di dalam garasi jauh lebih penting daripada larut dalam sejarah rivalitas orang lain.
“Sudah jelas setelah apa yang terjadi di dalam karier Marc, dan aku tumbuh di akademi Valentino, ada banyak sekali pendapat tentang hubungan kami di garasi,” ujar Francesco, dilansir dari detiksport, Sabtu (4/7).
“Tapi seperti yang sudah kukatakan berkali-kali, itu bukanlah peperanganku, aku enggak pernah terlibat di dalam pertengkaran ini, jadi setelah Marc datang ke tim pabrikan aku mulai bertemu Marc dan kami mulai memiliki sebuah hubungan yang sangat baik sejak tes pertama,” sambung juara dunia MotoGP dua kali itu.
Kematangan hubungan Bagnaia dan Marquez tidak hanya terlihat dari ucapan, melainkan juga dari tindakan nyata di lintasan. Pada musim debutnya bersama tim pabrikan Ducati, Marquez langsung tampil luar biasa dan sukses mengunci gelar juara dunia ketujuhnya, sementara Bagnaia harus puas menyudahi musim di peringkat kelima. Di tengah dinamika performa tersebut, keduanya justru saling mengulurkan tangan untuk membantu satu sama lain.
Fairid Naparin menegaskan pembangunan harus berorientasi pada kemanusiaan saat anjangsana ke dua panti asuhan di…
Seorang pria berusia 24 tahun diamankan Polsek Antang Kalang setelah diduga melakukan kekerasan seksual terhadap…
Polsek Sabangau memasang banner imbauan di Tikungan S Jalan Mahir Mahar untuk menekan risiko kecelakaan…
Polisi menduga kepala Mr. X yang ditemukan terpisah di Sabangau akibat aktivitas hewan liar, sementara…
Pemko Palangka Raya mengalokasikan APBD 2026 untuk merehabilitasi 20 RTLH dan mengusulkan sekitar 400 rumah…
Beredar foto dan video penangkapan tiga pria yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba…