Bagnaia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah ingin terlibat dalam perselisihan masa lalu antara Rossi dan Marquez. Baginya, profesionalisme di atas motor dan di dalam garasi jauh lebih penting daripada larut dalam sejarah rivalitas orang lain.
“Sudah jelas setelah apa yang terjadi di dalam karier Marc, dan aku tumbuh di akademi Valentino, ada banyak sekali pendapat tentang hubungan kami di garasi,” ujar Francesco, dilansir dari detiksport, Sabtu (4/7).
“Tapi seperti yang sudah kukatakan berkali-kali, itu bukanlah peperanganku, aku enggak pernah terlibat di dalam pertengkaran ini, jadi setelah Marc datang ke tim pabrikan aku mulai bertemu Marc dan kami mulai memiliki sebuah hubungan yang sangat baik sejak tes pertama,” sambung juara dunia MotoGP dua kali itu.
Kematangan hubungan Bagnaia dan Marquez tidak hanya terlihat dari ucapan, melainkan juga dari tindakan nyata di lintasan. Pada musim debutnya bersama tim pabrikan Ducati, Marquez langsung tampil luar biasa dan sukses mengunci gelar juara dunia ketujuhnya, sementara Bagnaia harus puas menyudahi musim di peringkat kelima. Di tengah dinamika performa tersebut, keduanya justru saling mengulurkan tangan untuk membantu satu sama lain.
Ilustrasi perjalanan kereta api. (Humas KAI Daop 8 Surabaya)
Timnas Indonesia U-20 berhasil melaju ke putaran final Piala Asia U-2027. Kepastian itu didapat setelah…
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menegaskan komitmen, menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus menjamin…
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik) Kalteng angkat bicara terkait beredarnya informasi yang menyebut adanya…
Maraknya konten-konten negatif yang menyerang di berbagai platform media sosial, baik sebagai Gubernur Kalteng maupun…
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap Ujianto (70), warga Desa Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito…